Wednesday, February 28, 2018

Fish Streat - Tanjung Duren

Fish Streat

Another place with Fish & Chips menu versi ekonomis dan lumayan terkenal. Saya datang ke Fish Streat Tanjung Duren pada jam makan siang di hari biasa dan pengunjungnya cukup banyak. Suasanya tempat makannya terang, terasa nyaman dan bersih. Ada meja outdoor tapi kebanyakan pengunjung memilih duduk di indoor. Ada juga loket khusus untuk pemesanan via ojek online.

Ice Lemon Tea

Variasi makanannya tidak terlalu banyak, fokus pada seafood, sehingga orang tidak perlu terlalu lama bingung mau pesan yang mana. Saya memesan Fish & Spaghetti with Cheese serta Curry Rice. Untuk minumannya saya pilih es lemon tea.

Fish & Cheese Spaghetti

Cheese Spaghetti nya sangat keju. Saus carbonaranya sedikit asin dan di atas pasta dikasih lelehan keju mozarella. Rasa asin gurihnya cukup pas dan tingkat kematangannya juga favorit saya, matang tapi tidak terlalu empuk.

Ikannya empuk dan enak, kualitasnya juga baik. Rasa asinnya lebih terasa di daging ikan daripada di tepungnya sehingga lebih pas untuk selera saya. Porsi ikannya besar dan lapisan tepungnya cukup tebal. Meski begitu, tekstur tepungnya garing crispy, ringan, dan flaky, sehingga sangat renyah tapi tetap mudah digigit dan tidak berat di tepung meskipun tebal. Saos mayonaise atau tartar nya enak dan manis, cocok banget untuk cocolan ikannya.

Curry Rice

Sedangkan Curry Rice nya kurang cocok untuk selera saya. Warna pada nasinya cantik, tapi tekstur nasi nya entah kenapa agak kurang pas untuk saya. Terlalu kering untuk ukuran nasi kuning. Yang paling mengganggu saya adalah rasa bumbu rempah karinya sangat nanggung, yang paling terasa malah sensasi pedas ladanya. Sisi positifnya, nasinya tidak terlalu berminyak. Harganya juga tidak mahal sedangkan porsinya cukup banyak.


Fish Streat Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato

Coteca Cafe - Rawa Belong


Cafe kecil di Rawa Belong, perlu sedikit jalan kaki kalau dari Binus Anggrek maupun Syahdan. Lokasinya sederet lapangan parkir dekat Binus Anggrek. Suasananya manis dan nyaman dengan kombinasi ornamen antara etnik dan tempoe doeloe.


Banyak yang mampir untuk hangout sambil ngopi, ngerjain tugas, atau ngobrol-ngobrol. Di cafe ini juga tersedia berbagai pilihan permainan boardgame (kerjasama dengan Kuup) sehingga asik buat jadi tempat nongkrong bareng teman sambil bermain bersama.

Sayangnya waktu saya datang kue-kuenya sedang tidak tersedia dan spaghetti bolognaisenya sudah tidak ada. Karena menu ikan juga sedang kosong dan sisanya hampir semua pedas, saya pesan Sausage & French Fries buat cemal-cemil malam.


Penataannya cukup cantik. Sosis gorengnya dimasak dengan baik dan dibentuk jadi gurita berkaki empat. Porsi kentangnya lumayan, tapi agak terlalu garing sih untuk selera saya. Lupa minta dari awal supaya digorengnya jangan garing-garing amat karena saya lebih suka kentang yang empuk.

Untuk minuman sebenarnya Coteca terkenal dengan kopi es batu nya. Dan kopinya sepertinya enak karena beberapa orang pesan minuman untuk dibungkus. Tapi karena belakangan reaksi badan saya terhadap kopi terlalu lebai, saya mau tidak mau pilih minuman non-cafein.


Tadinya saya kepikiran mau teh atau coklat, tapi akhirnya saya memutuskan pesan semacam minuman es caramel latte dan es krim. Rasa susu, manis karamel, dan es krim selalu menyenangkan di lidah, tapi overall tidak istimewa sih. But still a nice drink and dessert for hangout.

Kalau kapan-kapan mampir semoga ada pilihan kue nya deh. xd

Coteca Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato

Friday, February 23, 2018

Sensasi warung Jepang di Street Sushi - Tanjung Duren


Street Sushi

Lokasinya ada di dekat KFC Tanjung Duren, ada area indoor, tapi lebih sempit. Bagian outdoornya lebih banyak meja dan lebih besar. Meski dibilang buka jam 3, tapi sepertinya baru benar-benar beroperasi jam 6-7 an. Jadi sebaiknya jangan datang sebelum jam 6an.

Semua sushinya sushi matang, tidak ada daging ikan mentah (kecuali tobiko?) dan harganya juga lebih ekonomis daripada standard restoran sushi. Meski demikian variasi sushi nya lumayan banyak dan di sini tersedia sushi gindara. xd

Salmon Nigiri, Tobiko Gunkan, Gindara Nigiri

Tadinya saya mau pesan nigiri set yang sudah dapat hampir semua jenis nigiri sushi, tapi sayangnya banyak yang sedang tidak available. Jadinya saya pesan salmon nigiri sushi dan gindara nigiri sushi, masing-masing seporsi dapat 3 pieces. Dagingnya matang tapi pas dan lembut, lalu di atas sushi ada ditambah sedikit mayones dan irisan keju supaya lebih gurih. Tobiko Gunkan nya juga enak dan krenyes. Untuk gunkan tapi 1 porsi dapat 2 pieces.

Crispy Unagi Roll & Crispy Avocado Roll

Untuk fusion roll saya cobain Crispy Unagi Roll, Crispy Avocado Roll dan Komodo Roll. Masing-masing 5 pieces. Potongan unagi nya agak kecil tapi masih oke. Kualitasnya baik dan saus manis nya juga enak. Pada Unagi Crunchy Roll bagian tengahnya hanya kremesan. Sedangkan di Avocado Crunchy Roll masih dapat potongan daging kepiting di tengahnya. Lalu di atas alpukat dikasih mayones dan tobiko.

Komodo Roll

Komodo Roll bisa dibilang gabungan antara Unagi dan Avocado Crunchy Roll. Tampilannya juga paling menarik. Di tengahnya ada daging kepiting, potongan ketimun, dan kremesan, sedangkan diatasnya ada alpukat yang ditumpuk lagi dengan unagi, mayones, dan tobiko. Lalu diberi semacam saus teriyaki.


Untuk sushi middle low, rasa sushi nya termasuk proper dan lezat. Porsi ukuran sushinya pas dan mayones nya juga tidak berlebihan. Total yang saya pesan diatas menghabiskan sekitar Rp112.000,- , tetap mahal untuk makan sehari-hari tapi jauh lah kalau dibandingkan dengan standard restoran sushi yang pake ac. Dan karena semua sushi nya matang, jadi ngga terlalu was-was makannya meskipun lokasinya outdoor.


Street Sushi Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato

Thursday, February 22, 2018

Fish Cuisine at Ootoya, Thank you BCA for the 61% Discount

Ootoya menjadi salah satu tempat makan yang ikutan kasih promo diskon 61% untuk makanan dalam rangka HUT BCA tanggal 21-22 Februari 2018 kemarin. Spontan saya pun berburu diskon dan rela ngantri 1-2jam demi bisa makan menu-menu ikan Ootoya, terutama menu yang ngga harga khusus kalau jam makan siang. xd

Pemburu diskonnya ngga cuma saya, jadi sudah pasti ngantri nya kudu banyak-banyak sabar. Apalagi outlet di Neo Soho memang stafnya ngga terlalu banyak dan 2 harian itu pasti lumayan olahraga dari pagi sampai malam. Hope they get well-rested after these. ^^;

Madara Kurozu A La Carte

Hari diskon pertama karena tidak mau ganggu jam kantor saya datang untuk dinner. Ngantri dari jam setengah tujuh dan baru kebagian masuk jam 8 lebih. Banyak menu yang sudah kosong dan sushi stall nya juga sudah tutup kehabisan bahan. Akhirnya yang berhasil saya pesan adalah Steamed Vegetables, Hot Soba dan Madara Kurozu.

Madara Kurozu sih ngga usah ditanya. My favorite dish at Ootoya. Ikan dan sayur-sayuran yang ditumis dengan saus manis asamnya selalu berhasil bikin saya bahagia.

Hot Soba

Sedangkan untuk Hot Soba, saya suka dengan tekstur mie nya tapi sepertinya ngerebusnya agak kematengan. Rasa kuahnya tapi nikmat banget dan bikin perut hangat. Saya lebih suka Hot Soba daripada Cold Soba karena rasa kuahnya yang lebih lezat dibanding saus celupan pada cold soba.

Steamed Vegetables

Steamed Vegetables akhirnya berhasil saya pesan setelah sebelum-sebelumnya selalu dibilang Bagna Cauda Sauce nya kosong. Porsi sayurnya sebenarnya nga besar, tapi cukup warna-warni. Ada tomat, wortel, labu, brokoli, jamur, dan yang paling banyak adalah kol nya. Bagna Cauda Sauce ini seperti minyak dengan saripati ikan di dalamnya yang gurih. Not my favorite sauce in Ootoya but still pretty interesting.

Unagi Oshi Sushi

Hari kedua akhirnya sama datang untuk makan siang. Itu pun ngantrinya lumayan. Tulis nama jam 11 dan kebagian makan sekitar jam 12 kurang. Akhirnya saya bisa cobain Hokke, Okinmedai, Unagi Oshi Sushi dan Tri-Color Salmon Oshi Sushi.

Tri Color Salmon Oshi Sushi

Oshi Sushi nya simple tapi ternyata cukup enak dan lumayan di atas ekspektasi saya. Kualitas unagi dan salmonnya oke, nasinya juga enak. Unaginya ngga bisa dibilang besar tapi ketebalannya oke, saus manis nya juga enak. Salmonnya juga enak dan meskipun saya bukan fans aburi salmon tapi Tri-Color Salmon terasa menarik dan variatif, menyenangkan waktu cobain satu persatu.

Okinmedai A La Carte

Okinmedai tidak terlalu besar kalau dibanding Salmon dan Hokke. Kualitas ikannya baik dan tidak terasa amis. Rasanya asin gurihnya lumayan kuat. Parutan lobaknya lebih cocok untuk ikan-ikan dengan rasa yang kuat seperti Makarel.

Hokke A La Carte

Ikan Hokke nya cukup besar tapi tulangnya sungguh banyak. xD; Entah apa karena kurang di prep mengingat sedang sibuk karena event diskon atau memang tipe ikannya yang banyak tulang? Rasa daging ikannya juga asin gurih tapi lebih mild dan teksturnya lebih empuk kalau dibanding dengan Okinmedai.

Overall untuk menu ikan bakar, saya masih lebih suka Salmon Shio Kouji. Rasa salmonnya lebih menarik, porsinya cukup besar, dan saya juga tidak direpotkan dengan tulang. xd


Ootoya Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato

Saturday, February 17, 2018

Re Opening Bibimpop - Binus Syahdan


Bibimpop

Seneng banget waktu tahu kalau Bibimpop dekat Binus Syahdan kembali buka. Tadinya saya pikir tempat ini sudah benar-benar tutup, syukurlah kembali buka. Dekorasi tempatnya juga masih sama, cuma berkurang bantal-bantalnya.

Main Course

Side Dish & Beverage

Menunya sekarang dibuat lebih simple dan hanya 2 lembar sehingga variasi makanan mereka langsung terlihat. Overall tidak banyak yang berubah selain ada sedikit rekonsep pada menu dan ada beberapa tambahan item. Menu JapChae nya tapi entah kenapa sudah tidak tercantum. Padahal saya lumayan doyan juga sama Japchae Bibimpop.

Beberapa makanan sebenarnya saya kurang enjoy karena pedas, tapi daya toleransi saya sama pedas kimchi masih lebih baik daripada pedas cabe/sambal sehingga masih bisa saya habiskan dengan baik. Jadi buat yang ngga doyan pedas pun sepertinya bisa-bisa saja makan dengan nyaman selama bilang dari awal minta kadar pedasnya paling minimal. Kalo yang doyan pedas sih pasti kimchi ngga ada apa-apanya. ^^;

Bibimbab Beef + extra egg

Favorit saya masih tetap paket Bibimbab Beef + telur mata sapi. Dulu ada Japchae di Bibimbab nya, tapi sekarang sepertinya diganti dengan acar wortel, lobak, dan ketimun. Telur dadar suwir dan toge nya masih ada. Daging beef nya juga cukup banyak. Dengan telur dadar, rasa pedas saus kimchi nya sedikit berkurang karena ada rasa gurih telur. Menu ini perlu diaduk-aduk dulu sampai rata biar lebih asik makannya.~

Kimbab Original

Kimbab + Crab

Kimbab alias Sushi Korea nya enak. Ternyata sushi roll dengan acar sayur itu lezat dan krenyes waktu digigit. Rasanya sedikit asam dan nasinya juga oke. Rp 30.000,- sudah dapat 10 pieces yang original. Ada juga gimbab keju, kepiting, dan daging sapi. Harganya sekitar Rp35-36 ribuan.

Sundubu

Saya suka tahu tapi tidak suka pedas, makanya waktu pesan Sop Sundubu saya minta kadar pedasnya yang amat sangat paling minimal. Beberapa sruputan pertama sih masih lumayan bikin kepedesan, tapi lama-lama setelah lidah terbiasa, pedasnya lebih seperti pedas lada. Gurih kuahnya enak sehingga saya bisa habiskan dengan baik. Rasa tahu nya juga lumayan menetralkan rasa pedas pada kuahnya.

Porsinya agak kecil dan mungkin perlu dimakan bersama nasi putih atau menu bernasi lainnya kalau mau lebih kenyang. Yang dulu sepertinya porsinya sedikit lebih besar dan pakai telur sehingga harganya juga cukup mahal. Kali ini sepertinya dibuat lebih ekonomis dan porsinya juga lebih pas untuk 1 orang.

Bosotgaejang

Bosotgaejang dihidangkan dengan mangkuk biasa. Content isi supnya adalah bahan-bahan yang sangat saya sukai. Ada jamur shimeji, ada enoki, lalu ada 1 jenis jamur yang saya kurang yakin apa jamur merang atau shitake. Selain jamur, ada sayuran wortel dan  mie jap chae juga di dalamnya, sehingga terasa kayak soto mie jamur ala Korea.

Sayangnya waktu pesan ini saya lupa minta tolong kadar pedasnya dibuat yang paling minimal sehingga saya sudah sulit menikmati jamur, mie japchae, maupun rasa kuahnya gara-gara kepedesan. Jamur juga ngga terlalu menolong mengurangi rasa pedas. --;

Kimchibokkembap

Kimchibokkembap alias nasi goreng Kimchi khas Korea adalah hidangan yang tidak terlalu menjadi favorit saya di Bibimpop. Bukannya tidak enak, tapi untuk nasi goreng saya masih lebih memilih tempat lain yang lebih sesuai selera saya dan harganya juga tidak terlalu mahal.

Nasi Goreng Korea ini disajikan dengan potongan ketimun dan tomat, telur mata sapi, dan krupuk. Aneh juga sih ada krupuk di makanan Korea, tapi krupuknya lumayan menolong saya karena rasa nasi gorengnya cukup pedas dan sedikit asam, khas kimchi. Mirip dengan sewaktu makan Sundubu, pertamanya kepedesan dan tidak enjoy. Tapi dengan bantuan krupuk lama-lama jadi biasa.

Gaeranjjim

Gaeranjjim ini side dish favorit saya di Bibimpop. Sepertinya versi Korea dari Chawan Mushi. Rasa asin gurihnya lezat dengan tekstur telur kukus yang cukup kasar. Porsinya tidak terlalu banyak tapi pas untuk side dish. Harganya juga tidak terlalu mahal.

Gimari

Gimari di Bibimpop kurang lebih Japchae yang diikat dengan nori dan digoreng. Rasa dan kerenyahan norinya mengingatkan saya pada Tae Koi Noi. Cemilan yang satu ini meskipun tidak terlalu mahal dibanding menu lain, tapi tetap terasa kecil dan rasanya juga agak keasinan buat saya. xD;

Boricha

Budget makan kenyang di Bibimpop sekitar Rp40-60ribu per orang. Termasuk mahal untuk ukuran Binus, tapi mendingan dari harga mall. Saya selalu suka kalau ada spesialis makanan tertentu yang buka di Binus meski saya tahu berat survive nya kalau menimbang target pasar dan harga sewa sekitaran Binus.


Bibimbpop Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato

Wednesday, February 14, 2018

Indian Arabian Cuisine at Koko Popo - Binus Syahdan



Satu lagi restoran etnik India Arab mampir di sekitar Binus yang menyajikan makanan minuman khas India dan Timur Tengah. Namanya Koko Popo. Tempatnya kecil menggantikan Mapple Plate, posisinya di seberang Chez Bubu dekat Binus Syahdan. Saya suka banget dengan bumbu khas Timur Tengahnya sehingga saya masih bisa menyanggupkan diri menghadapi rasa pedasnya.

Chicken Shawarma

Shawarma adalah makanan favorit saya di Koko Popo. Rasa isian daging dan sausnya enak. Berbeda dengan kebab-kebab jajanan binus yang pakai makaroni, di sini isian karbohidratnya pakai kentang goreng dan porsi dagingnya lebih terasa. Selain kentang goreng ada tomat dan potongan bawang bombai.

Harganya sekitar Rp 20ribu an tergantung pilihannya mau pakai ayam, sapi, atau tuna. Ukuran Shawarma Kebabnya juga cukup besar (mungkin se kebab monster yang 20cm an) dan roti kebabnya sedikit lebih tebal karena agak didobel.

Beef Shawarma

Tuna Shawarma

Chicken Shawarma paling ekonomis, daging ayamnya juga lezat dan empuk. Yang tuna juga lumayan, isinya pakai tuna mayo sehingga teksturnya paling creamy dan gampang bikin kenyang. Favorit saya jatuh ke Beef Shawarma. Tekstur sapinya tidak terlalu empuk tapi masih mudah dimakan dan rasa serta bumbu pada sapinya lebih enak.

Beef Curry With Puttu

Selain Shawarma, ada juga menu menarik Puttu Asin dengan pilihan daging ayam atau sapi, yaitu kari ayam/sapi yang disajikan dengan telur dadar dan puttu. Karinya lumayan enak tapi bikin saya yang ngga suka cabe sedikit panik karena kepedesan.

Seperti pada Shawarma, yang sapi, dagingnya enak dan tidak alot. Tapi yang daging ayam sungguh empuk banget dan berpadu baik dengan kari nya. Dua-duanya lezat~

Lalu tadinya saya kira yang di tengah itu nasi dengan parutan kelapa, tapi ternyata benar-benar puttu seperti kue putu tapi dengan warna putih dan rasa yang hambar netral. Saya baru tahu kalau putu itu asalnya dari India/TimurTengah dan makannya bisa disajikan untuk kari.

Chicken Curry with Rice

Kalau mau yang lebih normal, ada juga pilihan menu kari yang pakai nasi biasa. Meskipun yang puttu menarik tapi saua masih lebih suka makan kari dagingnya dengan nasi biasa.

Nasi Briyani

Nasi Briyani adalah salah satu makanan di Koko Popo yang saya doyan banget karena gurih bumbu kuningnya yang sungguh nikmat, tapi buat saya yang anti cabe makan ini lumayan perjuangan karena rasa pedasnya cukup kencang buat lidah saya yang peka.

Tipe beras yang digunakan sepertinya agak panjang. Yang saya pesan entah kenapa bumbunya tidak rata dan masih ada yang putihnya, tapi nasi putih yang ngga kebagian bumbu itu lumayan menolong biar ngga semuanya pedas. Di tengah nasi ada beberapa potong ayam yang dibumbui dengan baik dan teksturnya juga sangat lembut dan empuk. Seandainya tidak pedas, Nasi Briyani adalah makanan favorit saya di Koko Popo.

Strawberry Lessi

Pilihan minuman di Koko Popo juga banyak yang menarik. Salah satu favorit saya adalah Strawberry Lessi alias Yogurt strawberry dengan tekstur ala smoothie. Rasa manisnya pas dan gurih yogurtnya juga enak.

Koko Lemonade

Minuman lain yang layak dicoba adalah Koko Lemonade dan Mojito (Black Mojito kalau pakai pepsi). Koko Lemonade menggunakan campuran air kelapa, air lemon, dan selasih. Rasanya menarik, ringan, enak, dan sangat segar.

Black Mojito

Mojito nya juga membuat minuman sodanya jadi lebih segar dan asik karena dipadu dengan lemon/limau dan daun mint. Saya ngga terlalu suka soda tapi Mojitonya enak~ dan sepertinya sodanya agak diencerkan dengan air lemon sehingga rasa sodanya tidak terlalu mengganggu.

Hind Tea

Hind Tea konon teh khas dari India. Harum tehnya memang agak beda. Tapi kurang lebih mirip-mirip teh tarik atau teh susu. Sedikit kemanisan, tapi enak dan saya lumayan doyan.

Red Dragon Smoothie

Red Dragon Smoothie juga menggunakan susu kental manis. Warnanya sungguh menarik dan rasa susu kentalnya juga bikin happy.

Koko Coco

Ada juga Koko Coco, tadinya saya kira coklatnya dicampur air kelapa, tapi sepertinya ini minuman es coklat yang cukup normal. Rasa cokelatnya enak dan cukup nendang meski rasa susu kental manisnya juga lumayan kencang.

Meskipun banyak yang pedas, saya suka makanan-makanan di sini dan selalu senang dengan bertambahnya variasi makanan di sekitar Binus. Semoga Koko Popo bisa survive dan bertahan di ketatnya persaingan makanan area Binus. Saya masih mau menikmati shawarma di sini dan masih mau cobain Nasi Garlic nya.~