Tuesday, November 29, 2016

My 3 best Udon at Sanuki Seimen Mugimaru

Sanukiseimen Mugimaru Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato

Tempat makan di Neo Soho lantai 4 sepertinya perjuangannya akan lebih susah daripada yang lantai paling bawah. Akses lantai bawah lebih gampang karena langsung nyambung ke CP. Sementara orang belum tentu mau naik ke lantai atas, belum lagi posisi lift Neo Soho yang agak nyempil dan kebakaran yang belum lama terjadi. Kalau apartemen dan perkantorannya masih lama terisinya, bakal berat bertahannya.

Mungkin karena itu juga saya cenderung sering makan di Mugimaru, Posisinya bikin dia lebih sepi dibanding Marugame. Saya inginnya sih Mugimaru bisa bertahan terus. Saya suka variasi kuah udon yang lebih banyak dan lebih menarik di tempat ini. Setelah mencoba hampir semua menu udonnya, berikut ini 3 besar yang saya rekomendasikan sebagai favorit di Sanuki Seimen Mugimaru.


3rd place
Hiyashi Niku Miso Udon

Hiyashi Niku Miso Udon

Sebenarnya lumayan berat saya taruh menu ini di posisi 3 mengingat saya sangat suka ketika permukaan udonnya diresapi kuahnya yang pekat sehingga rasanya enak banget waktu disruput ke mulut. Karena ini menu udon yang dingin, rasa kuahnya yang gurih asin semakin terasa dan cocok banget dimakan bersama udon dinginnya. Hiyashi Niku Miso Udon sebenarnya semacam Zaru Udon dengan kuah yang lebih pekat dan disajikan dengan daging dan potongan ketimun dingin. Sangat enak dimakan kalau cuaca sedang panas.

Hanya saja akhirnya saya putuskan dia jadi juara 3 karena daging gilingnya agak aneh. Saya jauh lebih suka daging sapi slice di menu udon lainnya. Selain itu kuahnya butuh dimakan bersama udon. Kalau hanya minum kuahnya doang, rasanya jadi terlalu pekat dan asin. Baru benar-benar pas kalau ada udon nya.


2nd place
Gyuniku Bukkake Udon

Gyu Niku Bukkake Udon


Kuah Bukkake nya mirip dengan kuah Zaru Udon, tapi sedikit lebih manis karena ada dagingnya dan disajikan hangat sehingga rasanya lebih ringan. Menu ini sepertinya kuahnya memang sedikit. Seperti Zaru Udon dan Hiyashi Niku Miso Udon, kuahnya harus dibiarkan menempel dan menyerap ke mie udon nya, baru deh rasanya mantap. Karena rasanya lebih ringan dan manis, kuahnya masih enak diminum dan bisa dinikmati meskipun tanpa udon.

Menu ini menggunakan daging slice, mungkin semacam daging sapi sukiyaki. Rasanya enak dan porsi dagingnya juga oke. Karena itulah saya tempatkan Gyu Niku Bukkake Udon di urutan ke 2 favorit saya.


1st place
Gyuniku Ontama Udon
Gyuniko Kinokko Udon + Ontama

Gyu Niku Kinokko Udon + Ontama


Ini dia pemenangnya, Gyu Niku Kinokko Udon + Ontama. Untuk yang tidak suka jamur saya rekomendasikan yang Gyu Niku Ontama Udon. Telurnya sebenarnya saya lebih suka yang lebih setengah matang, karena yang ini saya dapatnya lebih kayak semi mentah. ^^;

Kuah kake dashinya dikasih banyak, dan karena bercampur dengan daging sukiyaki dan telur setengah matang, rasa kuahnya jadi mantap banget, sedikit manis dan gurih karena ada daging dan telur, namun tetap ringan. Porsi daging dan jamurnya pun oke. Paling puas deh saya makan yang ini. ^^

Sunday, November 27, 2016

Menya Sakura - Gandaria City

Menya Sakura

Menya Sakura sebenarnya sudah lumayan lama ada di Gandaria City, tapi baru sekarang saya kesampean nyicipinnya. Letaknya sederet dengan bioskop dan dekornya berkesan seperti kedai ramen kasual.

Di sini tersedia menu non-halal dan halal. Variasi makanannya ada ramen, tsukemen, donburi, gyoza, dan beberapa menu lain. Untuk pertama kali nyoba, saya pesan yang klasik saja, Tonkotsu Ramen. Adik saya memesan Nasi Chasiu (Butadon). Ditambah 2 minuman, biaya makan di sini sekitar Rp140.000,-

Chasiu Rice

Nasi Chasiu nya sekitar Rp35.000,- jadi porsinya memang agak kecil. Tapi cukup enak dan lumayan kalau mau makan yang lumayan kenyang tapi porsinya tidak terlalu besar. Daging babinya empuk dan saus bumbunya juga enak, manis dan gurih.

Tonkotsu Ramen

Untuk Tonkotsu Ramen, harganya sekitar Rp 70.000,-. Ada versi yang daging chasiunya dikasih lebih banyak, tapi ya lebih mahal. ^^; Tapi dagingnya enak sih, jadi ngga ada salahnya pesan yang Tonkotsu Chasiu Ramen.

Daging chasiunya agak tipis tapi enak dan lembut. Telurnya juga enak, seperti di marinate dulu sehingga rasanya agak manis, tekstur putih dan kuningnya masih lembut dan tidak kematengan. Untuk mie nya, saya suka sekali tekstur sewaktu menyeruput, menggigit, dan mengunyah mie ramen nya. Diameter mie di Menya Sakura lebih kecil daripada ramen tempat lain meski mungkin sama-sama thin straight noodle. Tapi meskipun kecil dan tipis, mie nya firm, legit dan kenyal.

Sayang nya saya kurang puas dengan kuah nya. Untuk tonkotsu soup, rasanya biasa saja. Lebih cenderung asin dan kurang gurih. Saya perlu menambahkan bawang keprek supaya rasanya lebih kuat. Seandainya sedikit lebih manis dan gurih mungkin tempat ini jadi kedai ramen favorit saya.

Overall saya cukup puas makan di sini. Pelayanannya juga baik. Kapan-kapan mungkin akan mampir lagi buat cobain tsukemen dan chasiu bakar. Soalnya menu tsukemen nya lumayan banyak jadi mungkin spesialisasi mereka justru di situ.

Menya Sakura
Gandaria City, Lantai 2, Jl. Sultan Iskandar Muda, Gandaria, Jakarta

Menya Sakura Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato

Fuwa Fuwa World - Central Park

 

Saya agak kaget mereka cepat juga bukanya di CP. Pablo saja nyiapin buka toko nya lama bener. ^^; Berhubung kali ini Fuwa Fuwa buka dekat dengan kantor, teman kantor pun pada ngiler pengen cobain dan akhirnya patungan buat beli Fuwa Fuwa. Letaknya ada di dekat Pepper Lunch, ATM BCA, dan Cha Time. Kali ini saya beli yang rasa coklat juga karena sebelumnya cuma pernah beli yang original.

Untungnya teman-teman di kantor yang patungan pada suka dengan kue ini. Rasanya tidak terlalu manis dan ngga gampang bikin eneg meski 1 orang dapat 1/4 bagian kue. Tekstur kuenya memang cenderung ke bolu, tapi lembut dan ringan. Kalau kata teman kantor, kemungkinan mereka pakai putih telor yang dimixer dengan sangat cepat biar bisa creamy tapi enteng begini.



Yang rasa coklat tapi saya rasa ngga bisa dibilang cheesecake karena ngga ada rasa keju-kejunya sama sekali. Meski demikian, rasa coklatnya tetap kuat dan enak banget. Ada dark choco chips yang tersebar dan menambah tekstur serta citarasa coklat pada kue ini. Buat penggemar coklat kudu coba yang ini. ^^

Oh iya, saya juga ada beli Fuwa Fuwa Bites seharga Rp35.000,- per pack. Kayaknya ini dibuat dari kue yang tidak terjual lalu dipotong kecil-kecil dan dipanggang lagi sampai kering dan jadi seperti biskuit. Di dalamnya sudah termasuk 3 rasa original, chocolate, dan matcha. Lumayan sih idenya untuk memperpanjang umur dan menambah nilai kue. Enak buat cemal-cemil, tapi somehow nga bisa bikin kenyang. xD

Fuwa Fuwa Bites

Sedikit tips, kalau dibiarkan agak lama atau ditaruh di kulkas, kue nya akan cenderung jadi padat. Berdasarkan informasi pada box, sebaiknya dipanasin terlebih dahulu di microwave selama 10 detik sebelum dimakan supaya tekstur kuenya kembali lembut dan ringan.

Tapi karena saya tidak punya microwave, saya pakai oven kecil biasa dan saya panaskan sekitar 2-3 menit. Bagian dalam kue kalau potongnya agak tebal sih masih dingin, tapi pinggiran yang langsung terkena panas jadi agak garing. Namun keseluruhan tekstur kue tetap kembali ringan dan lembut. Enak banget~ ^^



Fuwa Fuwa Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato

Wednesday, November 23, 2016

Zaru Udon - Mugimaru VS Marugame

Kembali lagi saya coba bikin blogpost Mugimaru vs Marugame. Sebelumnya saya tidak pernah makan zaru udon karena rasanya zaru soba lebih pas daripada udon. Tapi biar ngga penasaran kali ini saya mencoba zaru udon dari kedua restoran tersebut.

Zaru Udon adalah udon yang disajikan dalam suhu dingin baik udon maupun kuahnya. Enak buat dimakan kalau cuaca sedang panas. Udonnnya dicelup dulu ke dalam kuah, baru disruput ke mulut setelah kuahnya menempel pada permukaan udon.


Marugame's Zaru Udon

Mugimaru's Zaru Udon

Noodles

Udon di Mugimaru cenderung padat dan porsinya sedikit lebih banyak dan lebih tebal daripada Marugame. Udon di Marugame sedikit lebih tipis, tapi lebih kenyal waktu digigit. Presentasi udon di Marugame juga lebih rapih dilihat. Marugame menggunakan mangkok untuk meletakkan mienya, sementara Mugimaru menggunakan semacam baki bulat yang agak besar yang suka dipakai untuk kamaage udon.


Soup & Condiment

Kuah di Marugame sedikit lebih ringan dan sedikit lebih manis daripada kuah Mugimaru. Sementara Mugimaru kuahnya cenderung asin tapi lebih pekat dan lebih menempel pada permukaan udonnya. Condiment di Mugimaru kurang wasabi, sementara di Marugame dapat wasabi. Tapi kalau di Indonesia orang memang cenderung kurang suka wasabi. ^^;


Price

Zaru Udon di Marugame harganya Rp 34.000,- . Sementara di Mugimaru, harga zaru udonnya Rp 31.900,- . Makan zaru udon di Mugimaru lebih murah sekitar Rp2000,-


Kesimpulan

Kalau prefer udon yang lebih padat saya lebih merekomendasikan Mugimaru. Tapi kalau lebih suka udon yang lebih kenyal, mungkin akan lebih senang makan di Marugame. Overall saya rasa Marugame lebih menang untuk zaru udon.

Tapi pada akhirnya saya masih tetap lebih suka zaru soba. Mienya yang lebih tipis bikin kuahnya lebih banyak terangkat waktu disruput dan lebih mudah menempel juga pada permukaan mie nya. :3

Sanukiseimen Mugimaru Menu, Reviews, Photos, Location and Info - ZomatoMugimaru

Marugame Udon Menu, Reviews, Photos, Location and Info - ZomatoMarugame

Monday, November 21, 2016

Shaburi - All You Can Eat ShabuShabu


Shaburi Shabu Shabu Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato


Setelah sekian lama saya akhirnya bisa makan di Shaburi lagi, ternyata kuah soya nya sudah tidak ada. Sedih banget, padahal itu kuah favorit saya. Rasanya agak manis dan gurih, tapi tidak terlalu berat. Yang konbu untuk saya hanya asin biasa, sementara yang sukiyaki terlalu manis dan gampang bikin kenyang. 2 varian lainnya pedas. Maka akhirnya saya pilih kuah chicken collagen yang cenderung gurih.


Saya ambil paket yang paling murah saja. Meski hanya 2 jenis daging, tapi sudah enak banget. Kompor selalu saya atur supaya tidak lebih dari 500 derajat celsius supaya dagingnya bisa pas matangnya. Memang sih kalau makan shabu-shabu tidak perlu takut gosong, tapi kalau kelamaan jadi agak alot. Kaldunya juga jadi agak rusak kalau terlalu sering mendidih sampai berbusa.


Meski kuah yang saya pilih ngga manis, tapi untungnya ada 3 saus ini supaya rasa dagingnya lebih mantap. Favorit saya yang sweet sauce dan goma tare. Ponzu juga enak, tapi lebih ke asin dan sedikit asam.

Yang saya suka di shaburi adalah variasi jamur dan sayurannya cukup banyak. Semua jenis jamur selalu saya ambil cukup banyak. Sayur yang saya rasa cocok untuk shabu-shabu adalah sawi putih, tauge, dan bayam. Daging ikan dori cukup ringan, jadi masih suka saya ambil. Tapi modelan bakso, tahu, atau otak-otak jarang saya ambil supaya tidak gampang kenyang dan bisa fokus makan daging sebanyak-banyaknya.


Meski varian sayur, jamur, dan makanan yang bisa dimasak bareng dengan dagingnya ada banyak. Tapi side dish lainnya tidak banyak pilihannya. Ada gyudon, sushi roll, dan nasi goreng ikan. Untuk dessert ada brownis coklat dan es krim. Kalau Kintan, sayur dan side dish yang dimasak bareng daging lebih sedikit, tapi pilihan daging dan variasi side dishnya lebih banyak.

Overall kalau menilai dari kualitas kuah, saya masih lebih suka makan di Shabu Hachi. Hanya saja Shaburi ini ada di mana-mana. Jadi jauh lebih gampang datenginnya kalau mendadak kepingin all you can eat shabu-shabu. Kualitasnya juga oke dan selalu puas makan di sini. Semoga lain kali saya datang ada varian kuah baru yang tidak pedas, dan semoga kuah soya nya balik lagi.


Tuesday, November 15, 2016

KinTan - all you can eat grill buffet


Nama Shaburi sudah cukup santer dikenal sebagai tempat makan all you can eat buffet yang enak berkualitas. Kantor saya bisa dibilang langganan Shaburi kalau ada acara makan-makan bareng. Namun kali ini karena bosan rebus-rebusan, kita memutuskan untuk makan di Kintan, saudaranya Shaburi, tapi versi bakar-bakaran. Saya bilang saudara karena yang punya Shaburi dan Kintan ini grup yang sama.

Sistem makan di tempat ini sama seperti Shaburi, dagingnya pesan, buffet tinggal ambil. Tapi karena bakar-bakaran, 1 meja 1 kompor, ngga individual kompornya. Cabang yang saya tahu ada di Puri Indah Mall, Gandaria City, Emporium Pluit. Yang kita cobain adalah Kintan Buffet di Puri Indah Mall.


Karena ditraktir, saya hanya pesan reguler buffet, soalnya kalau upgrade harus nambah bayar masing-masing dan per meja jenis buffet nya harus sama. Variasi pilihan daging di Kintan lebih banyak, ada ayam, domba/kambing, dan sapi yang sudah dibumbui terlebih dahulu sebelum kita bakar. Kalau sudah matang kita bisa celup ke saus sebelum dimakan. Bisa juga tambah bawang putih tumbuk atau bawang goreng kalau doyan.

 

Karena belum pernah makan di Kintan, saya langsung memesan 6 pilihan daging yang tersedia di menu. Tapi saran saya, tidak usah pesan ayam, atau kalaupun penasaran, pesan 1 porsi saja. Daging ayam paling tebal dan paling lama matangnya. Dan karena besar, motong dan bagi-baginya agak repot. Lebih worthed konsentrasi pesan yang sapi terus. Kambing/domba mungkin beberapa saja.

Makan daging ala yakiniku ini lebih gampang kenyang daripada yang versi rebus-rebusan. Pertama karena 1 kompor untuk lebih dari 1 orang, dan kita juga harus lumayan fokus di kompor supaya tidak gosong. Kalau rebus-rebusan, agak kelamaan direbus pun masih enak dimakan, kalau bakar-bakaran gosong ya gosong. Kedua, dagingnya lebih dibumbui sehingga lebih mudah kasih sinyal ke otak kalau ada makanan masuk. Ketiga, menunggu matang untuk yakiniku lebih lama daripada shabu-shabu yang hanya beberapa detik. Jeda menunggu ini juga bikin kenyang duluan,


Untuk menu buffet, menurut saya variasi pilihannya lebih sedikit daripada Shaburi. Tapi enak-enak. Saya suka chawan mushi, tumisan sayur dingin (saya tidak yakin apa ini bayam atau pochai atau sayur lainnya), serta sup dan saladnya. Sebenarnya makan sayur sebelum makan daging bikin gampang kenyang jadi kalau mau makan daging yang banyak, sayurnya sedikit saja. Tapi untuk saya pribadi, tidak enak kalau makan daging doang tanpa sayur. Takut jadi gampang panas dalam, apalagi makanannya bakar-bakaran.

Untuk nasi dan pasta saya tidak ambil karena saya menghindari karbohidrat kalau sedang all you can eat. Paling banter karbohidrat yang saya ambil hanya ubi atau labu. Kalau ambil nasi dan pasta, bisa gampang kenyang.

Meski ngga makan nasi, saya tetap cobain curry Jepang nya. Lumayan enak, not bad buat tempat yang currynya hanya bagian dari buffet. Ada juga sup ayam tomat yang asam gurih dan kaya rasa, sup sayuran yang ringan di lidah, dan sup miso yang juga ringan dan klasik ada. Yang paling enak yang sup ayam tomat, tapi kalau untuk selingan setelah makan daging-daging berbumbu, sup sayur atau miso lebih cocok untuk membersihkan palet lidah.

Sekedar tips, masak sayurnya agak lama, jadi sebaiknya sayur dimasak bareng dengan daging biar ngga terlalu bosan. Lemak pada daging bikin apinya lebih mudah menjalar dan membantu sayuran cepat matang (tapi hati-hati gosong).

Kintan Buffet Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato

Yumetei - Warung Jepang Jalan U Binus

Salmon Roll
Tempat makan Jepang di daerah Binus datang dan pergi silih berganti. Yumetei merupakan salah satu pendatang baru (tapi bukanya dah lumayan lama sih, ngga baru-baru amat) yang masih bertahan setelah Edoya donburi dan Java Ramen menghilang dari peredaran. Letaknya sebenarnya tidak langsung kelihatan, ada di Jalan U, sederet dengan kos Brownis, di area Binus Kemanggisan.

Range harganya sekitar Rp25-50ribu per orang. Tempat ini menyediakan berbagai masakan Jepang versi kuliahan. Antara lain ada sushi, ramen, udon, donburi, takoyaki, okonomiyaki, dan ropang. Tersedia juga susu dengan berbagai macam rasa.

Untuk sushi, jangan ngarep ada sushi sashimi klasik dengan ikan mentah. Di sini sushinya lebih low budget dan isiannya semua daging matang. Saya suka pesan sushinya untuk iseng, tapi kalau berharap yang disajikan beneran sushi maka saya kurang merekomendasikan sushi di sini. Masalah terbesarnya ada pada nasinya yang jelas-jelas bukan dipersiapkan untuk nasi sushi.

Oyakodon
Ten Don
Donburinya lumayan. Saya lebih suka yang oyakodon daripada jenis donburi lainnya karena ada saus teriyaki manis. Agak males soalnya kalau saus lauknya hanya dikasih mayones. ^^;

Chicken Katsu Curry Ramen
Beef Roll Goma Shio Ramen
Curry Ramen nya biasa saja, dan sepertinya bukan curry khas Jepang. Goma Shio Ramen lumayan enak dan kuahnya termasuk yang direkomendasikan di tempat ini karena rasanya yang asin gurih. Saya pernah cobain Miso Ramen, tapi rasanya hanya asin biasa untuk saya. Mie ramen nya lumayan, tapi konsistensi mie nya tapi suka ganti-ganti. Kadang saya dapat yang lurus, kadang yang agak keriting. Telur rebusnya juga matang sempurna, saya sendiri lebih suka yang semi setengah matang kalau untuk ramen.

Chicken Katsu nya kurang lebih standard chicken katsu tempat makan kuliahan. Sedangkan Beef Roll, meski saya tidak yakin, tapi sepertinya dibuat dari daging kornet sapi yang dimasak menjadi semacam kroket. Yumetei menyediakan lauk daging sapi juga, tapi saya belum sempat cobain, cuma pernah lihat sekilas waktu mereka memotong-motong daging sapi nya. xd

Monday, November 14, 2016

Donburi Ichiya - Neo Soho

Donburi Ichiya Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato

Sebenarnya saya pernah makan Donburi Ichiya yang di Lippo Mall Puri, tapi sudah cukup lama. Cabang Neo Soho akhirnya buka, mumpung masih diskom 15% jadi saya coba kembali makan malam di sana. Donburi Ichiya Neo Soho terletak di lantai 4, persis di samping Sanuki Seimen Mugimaru.

Secara konsep, Donburi Ichiya ini mirip Mugimaru dan Marugame, hanya saja menunya semua donburi. Pilihan kombinasi lauk dan sausnya ada banyak, bikin saya jadi bingung mau milih yang mana. Harga mini portion dan reguler cuma beda sekitar 5-6ribu, jadi sebenarnya lebih worthed beli yang reguler. Tapi saya pesan mini size karena sedang tidak ingin terlalu banyak makan nasi. Setelah beberapa menit menggalau, pilihan akhirnya jatuh pada gyudon dengan curry sauce. Plus tempura ubi dan beef croquete.


Curry nya lumayan enak, but not great. Daging gyudon agak manis dan sepertinya lebih cocok dikombinasikan dengan garlic butter atau saus lainnya. Untuk beef croquete, dagingnya ngga begitu banyak, tapi tekstur kentangnya lembut dan rasanya juga enak. Tempura ubinya agak dingin dan kurang garing, tapi masih manis dan empuk.

Disini juga tersedia lauk tamagoyaki yang potongan teksturnya mengingatkan saya pada telur dadar nasi uduk. Ada juga wakame dan kimchi sebagai pelengkap menu. Biasanya saya pesan wakame, tapi untuk kali ini saya hold dulu. Mungkin kapan-kapan, sekalian saya coba donburi dengan topping-topping lainnya. ^^

Monday, November 7, 2016

Ezo & Fuwa Fuwa World - Berburu Cheese Cake ke Elang Laut~

Ezo Cheesecakes & Bakery Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato
Hari Jumat dan Sabtu situasinya cukup mundung. Saya dan adik jadinya memutuskan ke PIK buat ganti suasana. Tujuannya, berburu cheese cake. ^^ Pada hari Minggu kemarin, siang-siang di PIK terasa agak sepi. Entah apa karena memang kalau siang tidak terlalu ramai atau karena ekses beberapa hari sebelumnya.

 

Tujuan adik saya sebenarnya adalah pengen nyobain Ezo, bakery yang terkenal dengan cheese tart ala Hokkaido Baby dan cheese cake yang setipe dengan Dore by LeTao. Setelah ngiter-ngiter menyusuri kali atas panduan Google Map, sampailah kami ke Ruko Elang Laut. Di seberang Ezo, ternyata ada Fuwa Fuwa World. Mumpung sudah jauh-jauh ke PIK, sekalian saja mampir ke dua-duanya. :)


Pertama-tama kami mengunjungi Ezo Cheesecakes & Bakery, sebuah cafe yang dekornya chic dan manis. Konon asalnya dari Hokaido, From North of Japan to the North of Jakarta~ Jualan utama di sini adalah cheese tart dan cheese cake. Roti dijual di bagian depan karena tempat ini merangkap bakery.



Kami lalu memesan original cheese cake, matcha cheese cake, original cheese bomb, lemon yuzu cheese bomb, dan almond white chocolate cheese bomb. Enaknya di Ezo, kita bisa menikmati kue nya per slice, kalau di Dore tidak bisa. Minumnya kami mencoba cheese cake frappe, tapi entah kenapa cheesecake nya ngga terlalu berasa, lebih seperti milkshake dengan krim yang lumayan tebal.

Secara pribadi saya masih lebih suka dengan Dore by LeTao. Tapi cheese cake di sini tetap termasuk enak dan lembut, lebih terasa bolu nya dibanding Dore yang cenderung lebih krim yang meleleh di lidah. Saya lebih suka rasa originalnya daripada matcha, sepertinya paduan keju yang cenderung kuat dengan matcha yang pahit ringan memang bukan favorit saya meski warna hijaunya selalu bikin penasaran. Tapi yah ini selera personal.

Rekomendasi nomor 1 Ezo saya rasa justru Original Cheese Bomb nya. Sewaktu masuk di mulut, kejunya langsung nendang (layak pake nama cheese bomb) dan bikin lidah happy. Untuk harga Rp12.000,- ini jauh lebih enak daripada cheese tart Hokkaido Baby. So far, ini cheese tart terenak yang pernah saya makan. (Pablo belum buka tapi sudah dapat pesaing serius nih)

Varian lemon yuzu cocok untuk yang suka asam, soalnya rasa lemonnya juga meledak di lidah. Sementara yang almond manis dan lembut. Agak biasa saja, tapi lumayan untuk menetralisir rasa asam dari lemon yuzu. Overall yang paling top tetap yang rasa original. Kami juga mencoba beberapa roti di sini. Enak sih, tapi tidak yang spesial-spesial amat.


Setelah puas di Ezo, kami lalu menyeberang menuju Fuwa Fuwa Cheese Cake. Tempatnya kecil dan memang lebih untuk orang langsung pesan, ambil kue, dan pergi, jadi pengunjung tidak bisa langsung makan di tempat. Dekor tempatnya juga cenderung lebih lucu dan imut.

Fuwa Fuwa Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato

Untuk pertama kali makan, saya ingin mencoba rasa originalnya dulu yang seharga Rp100.000,- (lagi diskon Grand Opening jadi Rp80.000,-) tapi karena banyak yang pesan original, kudu nunggu setengah jam. Tapi tidak apa-apa, toh saya pengen keliling-keliling PIK dan lihat-lihat restoran apa saja yang ada di sekitar situ. Banyak yang bikin kepo, jadi saya harus sabar supaya tidak kalap. ^^;

Habis keliling-keliling cuci mata di PIK, kami kembali ke Fuwa Fuwa World untuk mengambil pesanan, lalu pulang. Barulah akhirnya kami bisa mencicipi kue yang sedang happening ini. Sekilas lihat, bentuknya seperti chiffon cake. Style kuenya mirip Miki Ojiisan no Cheesecake, tapi lebih padat dan rasa kejunya juga cukup kuat, gurih, dan menari-nari di mulut. Teksturnya lembut, somehow seperti ambigu ada diantara bolu dan cream. Rasanya enak banget dan worthed banget untuk harga Rp100.000,-

Selanjutnya saya harus coba yang rasa coklat, sekalian mampir ke PIK untuk cobain makanan di sana. Sebenarnya bisa pakai Gojek sih belinya, tapi ngga tega nyuruh pak Gojek dari ujung utara ke tempat saya. ^^;

Belakangan sepertinya lagi ngetrend Japanese Cheese Cake yaa... 1-2 minggu lagi Pablo juga akan buka. Setelah nunggu sampai setahun yang di Gandaria City moga-moga nanti cheese tart nya memang layak dinanti.

Ezo Cheesecakes & Bakery
Ruko Elang Laut, Blok D No. 37, Jl. Pantai Indah Selatan, Pantai Indah Kapuk, Jakarta
021 29704981 ext:733

Fuwa Fuwa World
Ruko Elang Laut Block C No. 36, Jalan Pantai Indah Selatan, Pantai Indah Kapuk, Jakarta
(021) 22511888

Sunday, November 6, 2016

10 Tips Jalan-Jalan Ke Jepang