Showing posts with label noodles. Show all posts
Showing posts with label noodles. Show all posts

Wednesday, May 22, 2019

St Porky Pork - Binus Syahdan


St Porky Pork menambah pilihan kuliner non halal di sekitaran Binus Syahdan. Lokasinya tidak jauh dari pintu keluar Binus Syahdan dan dekat Sate Fitness. Kalau pesan melalui ojek online sepertinya menunya lumayan variatif, tapi untuk makan di tempat, semua menunya berbabi. Budget makan kurang lebih Rp30ribu an.


Menu utamanya adalah Nasi Babi (bisa pilih antara daging atau samcan goreng) yang disajikan dengan sambal atau saus sesuai pilihan. Saya sendiri lebih suka yang daging karena lebih aman. Setiap saya pilih daging overall selalu dapat yang enak dan empuk. Kalau pilih yang samchan agak random dan kurang stabil. Kadang empuk garingnya mantap, kadang cuma kenyal lemak dan ngga garing.

Sambal matah menjadi pilihan paling populer di St Porky Pork, tapi karena saya nga bisa makan cabe, saya cuma cobain yang saus salted egg dan saus bumbu hitam. Saus bumbu hitam pun sudah bikin saya kepedesan, tapi harus saya akui sausnya enak dan mengingatkan saya pada bumbu Babi Guling Bali. Dengan porsi nasi full mungkin ada 700-800 kalori pada menu ini.


Salted Egg adalah jenis bumbu yang paling mahal di sini. Tapi ini jadi favorit saya karena satu-satunya pilihan yang tidak pedas dan saus salted egg nya juga enaaak buanget~ Tapi kolesterolnya lumayan bikin keleyengan buat yang nga kuat. xD; Overall jumlah kalorinya mungkin sekitar 800 kalori atau lebih.

bihun goreng babi

nasi goreng babi

Menu lainnya ada nasi/bihun/kwetiau/mie goreng babi. Per porsi sekitar 700 kalori. Overall porsi menu dan dagingnya cukup memuaskan. Secara rasa tapi saya masih lebih suka Babi Salted Egg nya. Kalau makan di tempat juga lumayan lebih murah daripada pesan ojek online, jadi saya lebih suka langsung mampir saja.

Monday, May 13, 2019

Pork Noodle at King Pansit - Gang U Binus Syahdan


King Pansit

Lokasinya ada di Gang U dekat Binus Syahdan. Ngga deket-deket banget sih, tapi jalan kaki pun ngga bisa dibilang jauh. Agak ribet kalau pakai mobil ke sini karena selain jalannya sempit buat mobil, parkirnya juga bisa dibilang ngga ada.

Budget makan di sini sekitar Rp20.000-Rp30.000 per orang dan hampir semua menunya non halal. Saya sendiri ketemu tempat ini karena sedang iseng jalan-jalan ke belakang Gang U lalu ketemu lah dengan King Pansit yang bikin saya langsung penasaran karena tempatnya cukup sibuk meskipun waktu itu sudah sore dan weekend. Area Binus biasanya tidak terlalu ramai pada hari Sabtu, apalagi Minggu.

Bakmie Pok

Menu pertama yang saya cicipi adalah Bakmi Pok, dan saya pesan pakai mie lebar. Baik dari tampilan maupun aromanya, langsung terasa betapa non-halal nya menu ini ketika dihidangkan di di atas meja. Seandainya saya pesan yang pakai pangsit mungkin lengkaplah sudah kebabiannya.

Penyajiannya juga cukup unik dan jarang saya temui di tempat lain. Ada 2-3 jenis daging babi yang ditata di atas mie, ada yang empuk daging dan ada yang garing. Lalu terdapat kuah kaldu babi yang kental gurih dan sudah langsung dicampur di mangkok mie. Kuah di mangkok terpisah juga sepertinya terbuat dari kaldu babi, yang inipun rasanya sudah gurih dan cukup rich, tapi tetap lebih encer dan lebih ringan kalau dibanding dengan kuah kental pada mangkok mie. Total kalau dihabiskan semua perkiraan saya ada 800-900 kalori pada hidangan ini.

Rasa babinya yang manis gurih sih sudah pasti nendang. Karena sudah tercampur dengan kuah kental, waktu dimakan jadi mengingatkan saya pada tekstur tsukemen, tapi secara rasa tentu berbeda. Meskipun enak dan memuaskan, saya sendiri tetap merasa aneh dengan penyajian seperti ini. Jadi mungkin akan ada yang suka banget atau malah mungkin ngga doyan dengan menu ini. Penasaran sebenarnya, apa ada daerah tertentu di Indonesia yang penyajian bakmie babi nya khas seperti ini.

Bakmie Babi Kecap

Untuk Bakmi Babi Kecap, kurang lebih tampilannya seperti bakmie pada umumnya dan kali ini saya minta pakai mie kriting. Selain babi kecap, mie ini juga disajikan dengan setengah butir telur kecap. Not bad, tapi saya masih lebih suka yang Bakmie Pok. Selain karena menu sebelumnya lebih "menarik" saya tidak terlalu gimana-gimana amat dengan rasa saus kecap pada menu ini. Perkiraan saya ada 700 kalori per porsi.

Locupan Pangsit

Ini adalah pertama kali nya saya mencoba makanan bernama locupan, jadi saya ngga punya bandingan locupan yang enak dan ngga enak itu seperti apa. Kesan saya, tekstur dan tebalnya mirip udon, tapi yang ini lebih kenyal. Saya masih lebih suka yang mie kriting atau mie lebar. Dagingnya sama dengan yang digunakan pada Bakmie Pok, ada yang empuk daging dan sedikit pink, ada yang garing.

Meskipun nama tempatnya King Pansit, baru ketika pesan menu ini akhirnya saya kesampean nyobain pangsit rebus nya dan ternyata enak banget. Kulit pangsitnya cukup tebal dan firm, isiannya pun sungguh babi. Total-total mungkin ada 1000 kalori atau lebih untuk menu ini, soalnya pangsitnya ada 2. ^^;

Nasi Babi Kecap

Nasi Babi Kecap kurang lebih seperti Bakmie Babi Kecap tapi pakai nasi. Banyak yang menjadikan menu ini favorit dan saya sering lihat orang pesan. Tapi saya sendiri biasa saja untuk menu yang satu ini, dan saya masih lebih suka kalau dimakan dengan mie daripada nasi. Hitungan saya untuk menu ini 600-700 kalori.

Nasi Babi Teriyaki

Nasi Babi Teriyaki dan Nasi Babi Blackpeper tersedia di menu terpisah. Yang ini sedikit mahal dan pakai ekstra telur ceplok. Tapi setelah saya coba Nasi Babi Teriyakinya bisa dibilang ini menu yang paling saya tidak suka di King Pangsit. Selain karena ternyata paka cabe, daging babi yang saya dapatkan waktu pesan ini juga entah kenapa beberapa kali ketemu yang keras. Lalu sausnya juga saya kurang cocok. Kisarannya mungkin 800 kalori

Nasi Goreng Babi

Nasi Goreng Babi secara mengejutkan menjadi favorit nomor satu saya di King Pansit. Saya pesan tanpa ekspektasi macam-macam tapi ternyata rasanya lezat dan lumayan bikin saya ketagihan. Porsi daging babinya oke dan juga variatif. Sepertinya dimasak dengan lapchong atau daging babi merah yang manis. Meskipun penampilannya biasa saja sebagaimana layaknya nasi goreng, kemungkinan ini yang akan terus saya pesan kalau mampir. Agak sulit untuk menaksir jumlah kalorinya, tapi saya sendiri mematok di 700-800 kalori

Pangsit Rebus

Pangsit Rebus

Last but not least, seperti yang saya sebut sebelumnya, pangsit rebus di sini juga enak banget. Ada menu yang isinya 8 buah pangsit yang disajikan di kuah babi dengan potongan daging babi kecil-kecil di luar pangsit. Makan ini saja tanpa nasi atau mie sudah menjadi kepuasan tersendiri untuk saya. Perkiraan saya menu ini mengandung 700-800 kalori.


King Pansit Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato

Tuesday, January 29, 2019

Ringer Hut - Citywalk Sudirman


Ringer Hut Nagasaki Champon

Thanks to Zomato Gold Member saya bisa dapat promo 1+1 on food kalau makan di sini. Buat yang mau bikin Zomato Gold member juga, silahkan pakai referal code saya : MAYGRE biar bisa dapat special price. Thank you~ ^^

Awalnya saya kira Ringer Hut itu tempat makan katsu atau makanan Jepang umumnya tapi franchise dari Nagasaki. Tapi setelah saya lihat-lihat lagi baru deh nyadar kalau menu utaman mereka sebenarnya adalah Champon.

Original Nagasaki Champon

Karena pertama kali nyicip, kami nyobain Original Nagasaki Champon. Kesan yang saya dapatkan adalah menu ini seperti perpaduan antara Japanese Food dan Chinese Food.

Seperti Ramen dengan sayur Chapcai. Mie disajikan dengan kaldu yang agak pekat tapi rasanya lebih ke gurih mild dan tidak seberat tonkotsu ramen. Seperti... capcai campur kaldu dan miso mungkin? Ada juga yang bilang mirip Mie Jawa.

Overall buat saya meskipun tidak sampai mindblowing, rasanya cukup lezat dan mudah masuk perut. Daging dan sayurannya juga bikin menu ini terasa lebih balance dan sehat dibanding ramen biasa.

Beef Curry Rice

Menu lain yang kami cicipi adalah Beef Curry Rice. Bumbu karinya not bad tapi entah kenapa citarasanya mirip dengan bumbu sate. Seperti ada manis kecap. Tekstur karinya rich dan pekat, lumayan nendang di lambung saya yang memang sedang agak bermasalah. Menu ini disajikan dengan mini salad dan goma sauce.

Cheese Gyoza

Sidedishnya kita memesan Cheese Gyoza. Enak dan menarik, kayaknya ada sedikit saus tomat bolognaise yang berpadu asik dengan lelehan kejunya.


Ringer Hut Nagasaki Champon Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato

Thursday, January 24, 2019

Fusion Food at Waroeng Western - Binus Syahdan


Warung Western

Waroeng Western menurut saya cukup berani dan unik. Binus bukan tempat yang ideal sebenarnya kalau mau coba menu yang aneh-aneh, tapi bertahun-tahun mereka sudah buka dan survive. Konsep makanannya seperti perpaduan antara masakan Indonesia dan Barat. Ada spaghetti tapi pakai bumbu sate, ikan atau ayam goreng tepung pakai sambal matah, dan yang terbaru mereka sedang coba eksperimen dengan saus keju.

Letaknya sederet dengan Binus Syahdan di area yang sama dengan Cortado, sebrang JNE. Di dalamnya ber ac sehingga cukup nyaman dan tersedia colokan di setiap meja bagi yang membutuhkan. Budget sekali makan sekitar Rp 30.000,-

Spaghetti Bumbu Sate

Dari dulu saya penasaran kalau spaghetti dimakan pakai bumbu kacang bakal kayak apa ya...? Dan Waroeng Western pun menjawab ke kepo an saya dengan menu Spaghetti Bumbu Sate. Harusnya ada cabenya, tapi saya minta tolong jangan pakai cabe sama sekali.

Meskipun bumbu sate nya agak kurang nendang, tapi overall perpaduannya dengan spaghetti sih not bad. Unik dan gurih kacang yang menempel ke pastanya juga menyenangkan. Yang agak mengganggu saya justru ayam gorengnya. Rasa tepung kulit ayam gorengnya menurut saya kurang cocok dipadu dengan bumbu sate.

Spaghetti Bumbu Keju

Spaghetti ayam geprek ini menurut saya lebih enak dan cocok dengan saus keju. Mungkin karena sama-sama gurih asin, jadi agak setipe.

Fish & Chip Bumbu Keju

Menu dengan bumbu keju lain yang saya coba adalah Ikan Dori goreng tepung. Lumayan kalau lagi kepingin makan ikan, tapi menurut saya biasa saja sih kalau dibanding dengan yang spaghetti.

Bakmi Ayam

Hidden gem nya Waroeng Western saya rasa justru bakmi ayamnya. Enak~! Mie nya kenyal dan legit, topping ayamnya juga lezat. Sebenarnya favorit saya yang Bakmi Ayam Panggang, tapi itu udah kayak menu legendaris karena ayam panggangnya selalu ngga ada. Antara kudu nunggu lama atau kata mas nya cuma available untuk yang pesan delivery. Tapi bakmi ayam ini pun juga memuaskan sih.



Waroeng Western Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato

Sunday, January 6, 2019

New Concept of Chinese Food at PUTIEN - Neo Soho


PUTIEN

Dengan predikatnya sebagai peraih Michelin Star, Putien cukup ramai diperbincangkan sewaktu baru buka di Jakarta. Dan ketika salah satu cabangnya buka di Neo Soho saya pun mampir karena penasaran seperti apa menu-menunya.

Harus saya akui Putien menyajikan hidangan Chinese Food dalam bentuk yang baru. Penampilan hidangannya lebih tertata. Banyak menu yang bikin saya penasaran pingin nyoba karena ngga umum disajikan dibanding restoran Chinese Food lainnya.. Dekornya sungguh cozy dan nyaman dengan paduan warna biru dan suasana yang bersih terang. Pelayanannya juga sangat baik.

Starters Platter

Secara rasa tapi buat saya agak hit and miss. Ada yang saya doyan banget, ada yang mengecewakan. Starters Platter misalnya saya pesan karena bisa cobain 4 appetizer sekaligus, yaitu Braised Pig Intestines, Seaweed and Mini Shrimp Dressed with Sauce, Braised Homemade Beadcurd, dan Ah Yuan Fragrant Herbal Chicken (menggantikan Cold Pork Trotters Jelly yang tidak ada).

Braised Homemade Beadcurd

Seaweed and Mini Shrimp Dressed

Braised Pig Intestines

Sosis usus babinya enak, dan teksturnya sungguh menarik waktu digigit. Rumput lautnya juga lezat dengan rasa ebi dan saus yang cukup rich. Pantas saja menjadi appetizer favorit. Appetizer tahunya juga not bad. Teksturnya mengingatkan saya sama tahu pong yang dimasak dengan saus.

Ah Yuan Fragrant Herbal Chicken

Herbal Chicken nya tapi sungguh ngga banget... Disajikan dingin dengan tekstur yang alot dan ngga bisa dibilang fragrant juga. Secara rasa pun mengecewakan.

PUTIEN Lor Mee

Putien Lor Mee adalah menu andalan yang hampir pasti selalu dipesan oleh pengunjung Putien. Saya sendiri bukan penggemar Lor Mee, tapi adik saya yang doyan lomie sangat suka dengan menu ini. Tekstur kuahnya pas dan gurih kaldunya dapet banget dan berpadu asik dengan mie nya yang tetap kenyal dan daging seafood. Wajar sih kalau menu ini jadi best seller di Putien.

Spinach in Supreme Stock

Spinach in Supreme Stock harus saya akui kuah kaldu yang dimasak dengan pitan dan telur asin ini rasanya oke banget. Tapi bayamnya biasa saja dan secara keseluruhan hidangan belum sampai wow enaknya.

Sweet and Sour Pork

Sweet and Sour Pork nya tapi juara sih. Krenyes dagingnya masih berasa meskipun sudah dibalur saus secara merata, dan rasa saus asam manisnya juga mantap banget. Tekstur yang oke dan rasa yang lezat dari hidangan ini sungguh berhasil bikin bahagia.


Dessertnya juga banyak yang terlihat menarik, terutama Double Boiled Pear with Osmanthus and Aged Mandarin Peel. Rasanya enak manis dan menyegarkan, pas banget untuk menu penutup hidangan Chinese Food. Hanya saja saya lebih suka kalau buah pirnya bisa lebih empuk lagi.

Pumpkin Cream with Ice Cream

Pumpkin Cream with Ice Cream sebenarnya lumayan enak tapi mengecewakan untuk saya. Ekspektasi saya waktu memesan ini adalah labu dan di menu juga ditulisnya pumpkin. Tapi entah kenapa di lidah yang saya rasakan justru mangga. Mirip sih warnanya, tapi saya ngga suka mangga dan saya pesan ini karena ingin dessert dengan rasa labu, bukan mangga.

Sweet Potato Pancake

Sweet Potato Pancake adalah dessert yang cukup berat untuk hidangan penutup dan saya cukup kaget karena sewaktu dihidangkan ternyata saya dapat 4 dan setiap piece nya cukup besar. Kurang lebih seperti perkedel / kroket ubi. Tapi lepas dari beratnya ini enak banget. Kapan-kapan sepertinya akan saya beli bungkus untuk dimakan langsung sebagai snack saja. Kalau buat dessert langsung instant kenyang di perut.

Chinese Tea

Masih banyak menu-menu lain yang saya penasaran, tapi hit and miss nya ini agak bikin saya was-was. Cabang di Neo Soho tapi belum lama buka jadi saya harap akan selalu ada improvement kualitas dari Putien.




PUTIEN Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato

Friday, January 4, 2019

Hokkaido Izakaya - Sudirman


Hokkaido Izakaya

Dari dulu cuma lewatin melulu, baru kesampean mampir belum lama ini. Lokasinya ada di area apartemen (?) bernama Pavilion Retail Arcade, sederet dengan Citywalk Sudirman. Bisa booking tempat lewat Zomato dan ada promo 1+1 food untuk pemilik Zomato Gold Member. Karena cukup ramai, sebaiknya reservasi dulu kalau mau datang pas jam orang pada makan. Kami datang untuk dinner dan sepertinya ada menu yang berbeda untuk Lunch serta All You Can Eat di hari-hari tertentu.

Hokkaido Izakaya

It was a great experience. Suasananya khas Izakaya Jepang yang ramai tapi cukup terang dan tidak over berisik. Karena semi open kitchen kita juga bisa nengok-nengok sewaktu para chef nya sedang memasak. Makanan yang kami pesan juga sungguh enak-enak dan penyajiannya menarik.

Zaru Soba (cold)

Zaru Soba tampil paling sederhana dibanding dengan yang lain, tapi untungnya secara rasa ngga bikin nyesel pesen. Tampilannya mengkilap dengan kualitas dan rasa soba yang oke dan porsi yang sesuai. Rasa saus kuahnya juga pas lezatnya dan bisa diminum dengan nyaman meskipun tanpa soba.

Salmon Yaki Onigiri Ochazuke

Ochazuke selalu menjadi pilihan adik saya setiap ada restoran Jepang yang menyediakan dan dia memesan Salmon Yaki Onigiri Ochazuke. Onigiri bakar dengan nasi Jepang pulen dan potongan salmon di atasnya, lalu disiram kuah dashi yang lezat dan hangat. Cocok buat yang ingin sesuatu yang ringan dan mudah masuk perut tapi tetap bergizi dan mengenyangkan. Kita juga jadi bisa menikmati onigirinya tanpa kuah maupun dengan kuah dan mendapatkan dua sensasi yang berbeda.

3 kinds of Sashimi

3 kinds of Sashimi nya Hokkaido Izakaya mungkin sashimi tercantik yang pernah disajikan ke depan saya. Penataannya sungguh indah, dagingnya segar-segar dengan potongan yang tebal dan memuaskan. Tadinya saya pikir hanya akan dapat salmon, maguro, dan hamachi, tapi ternyata sudah termasuk ikura (telur salmon) dan acar ketimun.

Sumiyaki Harami Steak

Menu sapi juga termasuk yang istimewa di Hokkaido Izakaya dan kami memesan Sumiyaki Harami Steak. Bukan wagyu memang, tapi aromanya tetap oke banget dengan rasa daging yang berpadu indah dengan saus asin manis yang disediakan. Tingkat kematangan sangat oke dengan tekstur daging yang empuk dan menyenangkan waktu digigit. Penataan dagingnya juga menyenangkan buat dipandang.

Milk Dashimaki Tamagoyaki

Milk Dashimaki Tamagoyaki adalah menu pembuka khas di Hokkaido Izakaya dan sebenarnya kami pesan karena dessertnya ngga keluar-keluar sehingga lumayan bosan menunggu. Butternya dioleskan di depan kami untuk memperlihatkan bagaimana telurnya fresh baru matang, dan ada cap logo Hokkaido Izakaya di ujungnya.

Porsinya cukup besar dengan aroma dan rasa telur yang creamy dari susu dan butter. Saya akan lebih suka kalau ada saus tomat diatasnya tapi itu selera personal. Very nice appetizer menu apalagi kalau dimakan ramai-ramai. Tapi karena kami makan hanya berdua saya ngga berani mikirin berapa banyak telur yang digunakan dan jumlah kalori yang terkandung di 1 hidangan ini. (_ _;)

Ishiyaki Mille-Feuille Parfait

Dessert mungkin jadi poin lemah di tempat ini. Ishiyaki Mille-Feuille Parfait keluarnya lama banget entah kenapa. Es krim maupun potongan kuenya enak sih dan penampilannya cukup cantik. Sepertinya ada semacam mochi atau buah beku juga pada dessert ini. Tapi overall biasa saja untuk harga yang harus dibayarkan. Mungkin harusnya pesan es krim standard saja. ^^;

Hokkaido Izakaya

Overall service nya juga sangat baik. Tidak sempurna memang karena ada menu yang telat dan situasinya juga sangat sibuk, tapi lepas dari itu pelayanannya ramah, terlatih, dan cukup atentif. Saya reservasi lewat Zomato dan penanganannya sangat baik. Selain itu kadang di restoran-restoran yang sering melayani foreigner suka ada subtle pembedaan perlakuan di pelayanan. Tapi hal seperti itu tidak saya rasakan di Hokkaido Izakaya dan itu sangat saya hargai.

Definitely will be back to try their other menu! ^^


Hokkaido Izakaya Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato

Wednesday, January 2, 2019

Yoiko Ramen 415 - Blok M


Yoiko Ramen 415

Yoiko Ramen 415 sebenarnya nama yang sudah lama berseliweran di kalangan pecinta ramen tapi baru belakangan saya kesampean nyicipin. Tempatnya ada di lantai 4 gedung seberang Hotel Mahakam, plang namanya juga kecil sederhana dan kadang nga nyala lampunya. Sewaktu sampai sempat bertanya-tanya ini restorannya buka apa ngga ya.

Untungnya restorannya buka dan cukup ramai. Saya makan berdua dengan adik saya dan memilih duduk di counter. Smoking area sih, tapi coba disabar-sabarin deh. Syukurlah tapi asap rokoknya tidak terlalu nyebar. Sebenarnya masih ada 2 ruangan lain yang sepertinya non-smoking dan dibuka kalau area yang ada counternya sudah penuh. Meskipun spesialisasinya ramen, restoran ini cenderung mirip izakaya karena menyediakan bir dan jenis-jenis makanan selain ramennya juga cukup banyak.

Shoyu Pork Ramen

Yang kami pesan adalah Tonkotsu Ramen, Shoyu Pork Ramen, dan Vegetable Curry Rice. Overall ciri khas ramen di sini menggunakan mie yang lurus tapi agak tebal dengan kuah yang cenderung oily dan pekat. Shoyu ramen misalnya meskipun kuahnya jernih ringan tapi waktu saya sruput ternyata citarasanya tetap rich. Kaldu ikan dan kecap asin nya dapet banget. Mie nya yang agak tebal juga cocok dengan rasa kuahnya.

Uniknya sewaktu masih panas banget sebenarnya saya agak kurang sreg dengan rasa kuahnya, tapi semakin turun suhunya rasa manisnya dan kaldunya semakin keluar dan dan makin dimakan saya malah makin suka.

Tonkotsu Ramen

Sedangkan Tonkotsu Ramen dari kuahnya saja sudah jelas ini tipe yang pekatnya lebih nonjok dan rich. Tonkotsu ramen justru paling pas dinikmati sewaktu lagi panas-panasnya. Mienya yang berbalur kuah kaldu tonkotsu yang pekat menjadi kombinasi yang nikmat dan lumayan bikin saya nga bisa berhenti nyruput. Hanya saja semakin dingin citarasanya justru jadi kurang enak karena rasa asinnya makin berasa dan makin ngalahin rasa gurih kaldu daging.

Untuk topping tapi overall biasa saja. Chasiu nya lumayan enak, tapi tidak sampai waw, dan cuma dapat selembar. ^^;

Gyoza

Penggemar gyoza tapi boleh banget nyobain Gyoza nya Yoiko Ramen. Untuk gyoza restoran Jepang ini yang terbaik yang pernah saya cicipi. Ukurannya oke, tekstur dan rasa daging di dalamnya juga dapet banget meskipun kami makan yang ayam (mie nya soalnya sudah babi dua-duanya jadi kami pilih ayam untuk gyoza). Kulit gyozanya tebalnya pas dan kuat, tidak mudah pecah. Crispy di permukaan tapi tetap kenyal dan juicy.

Vegetable Curry Rice

Vegetable Curry Ricenya juga enaaak~ dan kita bisa pilih 3 jenis toping yang kita suka. Ada beberapa yang tidak ada sih sewaktu saya pesan. Pilihan topping kari saya akhirnya wortel, kentang, dan jamur, Tekstur maupun rasa bumbu karenya sungguh nikmat dan ada sedikit rasa khas kaldu ikan. Porsinya juga memuaskan.

Secara tampilan restoran jangan kasih ekspektasi yang macam-macam sih. Tapi justru suasana tua ala izakaya nya memberikan kekhasan tersendiri. Rekomendasi saya Yoiko Ramen 415 cocok buat mereka yang suka tipe ramen yang agak tebal dengan kuah yang cenderung oily. Pilihan ramennya juga cukup bervariasi dengan kekhasannya masing-masing.


Yoiko Ramen 415 Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato