Showing posts with label indonesian food. Show all posts
Showing posts with label indonesian food. Show all posts

Wednesday, May 22, 2019

St Porky Pork - Binus Syahdan


St Porky Pork menambah pilihan kuliner non halal di sekitaran Binus Syahdan. Lokasinya tidak jauh dari pintu keluar Binus Syahdan dan dekat Sate Fitness. Kalau pesan melalui ojek online sepertinya menunya lumayan variatif, tapi untuk makan di tempat, semua menunya berbabi. Budget makan kurang lebih Rp30ribu an.


Menu utamanya adalah Nasi Babi (bisa pilih antara daging atau samcan goreng) yang disajikan dengan sambal atau saus sesuai pilihan. Saya sendiri lebih suka yang daging karena lebih aman. Setiap saya pilih daging overall selalu dapat yang enak dan empuk. Kalau pilih yang samchan agak random dan kurang stabil. Kadang empuk garingnya mantap, kadang cuma kenyal lemak dan ngga garing.

Sambal matah menjadi pilihan paling populer di St Porky Pork, tapi karena saya nga bisa makan cabe, saya cuma cobain yang saus salted egg dan saus bumbu hitam. Saus bumbu hitam pun sudah bikin saya kepedesan, tapi harus saya akui sausnya enak dan mengingatkan saya pada bumbu Babi Guling Bali. Dengan porsi nasi full mungkin ada 700-800 kalori pada menu ini.


Salted Egg adalah jenis bumbu yang paling mahal di sini. Tapi ini jadi favorit saya karena satu-satunya pilihan yang tidak pedas dan saus salted egg nya juga enaaak buanget~ Tapi kolesterolnya lumayan bikin keleyengan buat yang nga kuat. xD; Overall jumlah kalorinya mungkin sekitar 800 kalori atau lebih.

bihun goreng babi

nasi goreng babi

Menu lainnya ada nasi/bihun/kwetiau/mie goreng babi. Per porsi sekitar 700 kalori. Overall porsi menu dan dagingnya cukup memuaskan. Secara rasa tapi saya masih lebih suka Babi Salted Egg nya. Kalau makan di tempat juga lumayan lebih murah daripada pesan ojek online, jadi saya lebih suka langsung mampir saja.

Thursday, April 11, 2019

Indonesian ft Oriental flavour at Seribu Rasa - Lippo Mall Puri



Restoran dengan style Peranakan Cuisine memang tidak lekang oleh jaman. Citarasa paduan antara masakan Indonesia dan Oriental/Chinese Food memang sulit untuk ditolak dan cocok untuk makan bersama keluarga karena tipe dan variasi makanannya yang bisa dinikmati mulai dari tua sampai muda.

Seribu Rasa salah satunya, hadir menyajikan aneka masakan Indonesia dan variasi makanan oriental lainnya. Yang menurut saya unik dari Seribu Rasa, masakan oriental di sini tidak hanya berkutat di Chinese Food, tapi juga ada nuansa Asia Tenggara seperti Thailand dan Vietnam. Dan masakan Indonesianya juga banyak pilihannya. Cabangnya ada di beberapa tempat tapi kami nyobain yang di Lippo Mall Puri St Moritz. Posisinya ada 1 lantai dengan bioskop XXI.



Dalamnya ternyata cukup besar dan ada 3 area terpisah, 2 diantaranya sepertinya didesain supaya bisa mudah untuk diatur apabila ada yang reservasi untuk acara kecil dengan kapasitas sampai sekitar 50 orang.

Sewaktu saya datang pengunjungnya cukup ramai, tapi pelayanannya cukup sigap dan baik meskipun situasinya sibuk. Timing hidangannya keluar juga oke. Tidak terlalu lama menunggu, minuman dan makanan pembuka pun keluar.

Chicken Satay Nusantara

Chicken Satay Nusantara alias Sate Ayam adalah salah satu hidangan pembuka yang populer di kalangan pengunjung. Satenya agak unik dengan warna kemerahan. Daging pada satenya tebal-tebal dan dimarinate dengan saus barbeque.

Disajikan dengan saus kacang dan saus kecap. Karena saus kecapnya agak pedas saya tidak mencicipi, tapi saus kacangnya khas dan sepertinya ada tambahan rempah yang berbeda dengan saus sate pada umumnya. Tapi saus kacangnya agak sedikit jadi ngga bisa dibalur banyak-banyak ke sate nya.

Udang Gulung Tempoe Doele

Appetizer kedua kami adalah Udang Gulung Tempoe Doeloe. Saya masih lebih suka yang satay, tapi ini pun enak. Disajikan dengan saus mayonaise untuk cocolan, teksturnya awalnya saya pikir garing tapi ternyata lebih cenderung empuk. Waktu digigit juicy udangnya berasa banget.

Yangoon Crispy Duck

Yangoon Crispy Duck

Favorit utama saya adalah Yangoon Crispy Duck, tersaji a la Bebek Peking style bersama ketimun, daun bawang, dan saus plum yang lezat. Tapi bebeknya dimasak dengan digoreng kering. Kulit pembungkusnya lebih tipis dan lebih bertekstur daripada kulit Bebek Peking restoran Chinese Food. Kadar telurnya juga sepertinya lebih banyak.

Sensasi waktu makan daging bebeknya bersama potongan ketimun, saus, daun bawang, yang digulung dengan kulit ini sungguh bikin saya bahagia. Meskipun digoreng kering tapi bebeknya tidak terlalu berminyak dan krenyesnya oke banget, sehingga awalnya malah kami pikir ini dipanggang. Porsi kulit maupun potongan bebeknya juga cukup banyak. Saya rasa cukup untuk 3-4 orang, atau 2 orang kalau makannya sampai doyan kayak saya. xd

Jumbo Prawn Golden Egg Yolk

Jumbo Prawn Golden Egg Yolk juga menjadi menu favorit saya. Udangnya besar dimasak dengan saus kuning telur yang sungguh nikmat dan nagihnya bikin saya ingin makan udangnya sebersih mungkin. Seribu Rasa ini juara banget untuk racikan bumbunya. Harganya tapi juga sungguh lumayan sih. xD

Sup Daun Singkong Tumbuk

Sayur singkong sebenarnya bukan tipe sayur favorit saya sehingga saya jarang makan. Tapi waktu mencicipi ini pemikiran saya langsung berubah, enak banget ternyata. Singkongnya ditumbuk halus dan kecil-kecil sehingga mudah dimakan. Yang bikin mantap tentu kunyit dan santannya. Sekali cicip ngga bisa berhenti. Kalau ngga inget kolesterol rasanya ingin saya habiskan sampai tuntas. Menu ini paling enak dinikmati waktu panas-panas. Semakin dingin, citarasanya semakin berat dan pekat.

Sop Buntut

Kebalikan dengan menu sebelumnya, Sop Buntut tampil dengan kuah jernih yang menyegarkan. Sehat dan lezat, mungkin begitu kira-kira pendapat saya untuk menu ini. Waktu awal nyicip kami cukup kaget karena sepertinya terlalu berlada, mungkin sebaiknya ladanya dikurangi kadarnya. Tapi setelah diberi perasan jeruk nipis, rasa ladanya berkurang dan citarasa supnya jadi semakin oke.

Sayur yang digunakan ada wortel dan kentang, cocok dengan rasa kaldu sapinya yang gurih tapi ringan. Daging pada buntut sapinya juga sungguh empuk dan enak. Menu ini disajikan dengan emping dan kecap manis. Tapi saya pribadi lebih suka menikmati kuahnya hanya dengan tambahan jeruk nipis, tidak perlu kecap lagi.



Untuk minuman adik saya memesan Thai Ice Tea (kiri). Manisnya pas dan segar, tersaji unik dengan sedikit susu dan biji selasih di bagian atasnya.

Saya sendiri memesan Senandung Rinjani (kanan), mocktail paduan gula asam, lemon, falernum, dan madu. Rasanya asam manis dan sangat menyegarkan. Cocok buat menemani hidangan-hidangan Seribu Rasa yang bumbunya lumayan rich.

Es Campur Seribu Rasa

Sayangnya untuk dessert agak kalah kalau dibanding dengan makanan-makanan maupun minumannya. Enak sih, tapi ngga sampai gimana-gimana amat. Es Campur Seribu Rasa nya manis dan menyegarkan dengan aneka potongan buah seperti nanas, alpukat, kelapa, nangka dan cincau. Kadar manis nya pun oke.



Klaapertart Sunda Kelapa di Seribu Rasa ada 2 jenis, vanilla dan rum-raisin. Mungkin ini menu paling lemah di antara semua yang saya cicipi di Seribu Rasa. Porsinya terlalu kecil dan tekstur klaapertartnya juga biasa saja untuk harganya yang cukup mahal. Yang rum-raisin rasanya lebih enak daripada yang vanilla. Parutan keju di atas Klapertaart vanilla malah bikin tekstur dan rasanya kurang nyambung. Mungkin lebih cocok kalau dengan krim lembut atau es krim daripada keju.

Tapi selain Klaapertart, overall saya puas banget dengan makanan-makanan yang disajikan di sini. Enak-enak, kualitas rasa dan bumbunya mantap banget. Pilihan menunya juga menarik dan sepertinya akan mudah untuk mengajak anggota keluarga saya yang lain untuk makan-makan di Seribu Rasa.   ^^



Seribu Rasa Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato

Thursday, January 24, 2019

Fusion Food at Waroeng Western - Binus Syahdan


Warung Western

Waroeng Western menurut saya cukup berani dan unik. Binus bukan tempat yang ideal sebenarnya kalau mau coba menu yang aneh-aneh, tapi bertahun-tahun mereka sudah buka dan survive. Konsep makanannya seperti perpaduan antara masakan Indonesia dan Barat. Ada spaghetti tapi pakai bumbu sate, ikan atau ayam goreng tepung pakai sambal matah, dan yang terbaru mereka sedang coba eksperimen dengan saus keju.

Letaknya sederet dengan Binus Syahdan di area yang sama dengan Cortado, sebrang JNE. Di dalamnya ber ac sehingga cukup nyaman dan tersedia colokan di setiap meja bagi yang membutuhkan. Budget sekali makan sekitar Rp 30.000,-

Spaghetti Bumbu Sate

Dari dulu saya penasaran kalau spaghetti dimakan pakai bumbu kacang bakal kayak apa ya...? Dan Waroeng Western pun menjawab ke kepo an saya dengan menu Spaghetti Bumbu Sate. Harusnya ada cabenya, tapi saya minta tolong jangan pakai cabe sama sekali.

Meskipun bumbu sate nya agak kurang nendang, tapi overall perpaduannya dengan spaghetti sih not bad. Unik dan gurih kacang yang menempel ke pastanya juga menyenangkan. Yang agak mengganggu saya justru ayam gorengnya. Rasa tepung kulit ayam gorengnya menurut saya kurang cocok dipadu dengan bumbu sate.

Spaghetti Bumbu Keju

Spaghetti ayam geprek ini menurut saya lebih enak dan cocok dengan saus keju. Mungkin karena sama-sama gurih asin, jadi agak setipe.

Fish & Chip Bumbu Keju

Menu dengan bumbu keju lain yang saya coba adalah Ikan Dori goreng tepung. Lumayan kalau lagi kepingin makan ikan, tapi menurut saya biasa saja sih kalau dibanding dengan yang spaghetti.

Bakmi Ayam

Hidden gem nya Waroeng Western saya rasa justru bakmi ayamnya. Enak~! Mie nya kenyal dan legit, topping ayamnya juga lezat. Sebenarnya favorit saya yang Bakmi Ayam Panggang, tapi itu udah kayak menu legendaris karena ayam panggangnya selalu ngga ada. Antara kudu nunggu lama atau kata mas nya cuma available untuk yang pesan delivery. Tapi bakmi ayam ini pun juga memuaskan sih.



Waroeng Western Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato

Tuesday, January 22, 2019

International Buffet at Sailendra Restaurant - JW Marriott Kuningan



Terima kasih banyak untuk Pergi Kuliner yang sudah mengundang saya menikmati jamuan di Sailendra Restaurant. Happy banget bisa berkesempatan bertemu lagi dengan teman-teman foodie dan menikmati buffet dengan kuliner mancanegaranya.


Restorannya luas dan melihat-lihat pilihan menu yang tersedia di buffet menjadi petualangan tersendiri. Masuk-masuk kita disambut dengan Salad Bar, bisa pilih mau western style atau Indonesian style seperti rujak, asinan, dan manisan. Pilihan dressing western salad nya tapi mungkin bisa dibuat lebih variatif supaya lebih menarik.


Bread corner juga sepertinya wajib ada untuk buffet hotel. Penyajiannya cukup cantik. Saya sendiri tapi hanya ambil yang focaccia, lalu sepotong baguette untuk pelengkap sup.




Di bagian samping berderet berbagai macam pencuci mulut mulai dari gelato, jajanan pasar, cake, es campur, hingga buah-buahan. Cake nya enak-enak, favorit saya yang cheese cake, blueberry mousse, bread pudding, dan strawberry panna cotta. Untuk buffet agak sedikit kemanisan buat selera saya, tapi overall lezat dan memanjakan para pecinta makanan manis. Yang gelato saya lebih prefer yang asam segar seperti strawberry dan lemon charcoal.





Di bagian tengah ada Western Food, Asian Food, dan Indonesian Food. Saya tidak banyak mencicipi Indonesian Food (karena tidak suka pedas) tapi secara penyajian buffet nya lumayan menggugah selera. Sop Buntut dan bakso nya juga enak dan populer.


Pilihan Chinese Foodnya agak kurang variatif dan menarik. Tapi Garden Soup nya menjadi salah satu favorit saya. Gurih creamy dan lezat. Tekstur sup nya juga menarik. Ada juga pilihan klasik seperti sup jagung kepiting dan sapo tahu.






Favorit saya jatuh pada Western Food Station karena menurut saya baik variasi, penyajian dan tampilan makanannya paling menarik. Rasanya juga enak-enak. Penne nya oke, pizza nya lumayan. Ada menu couscous, beef stroganoff, dan roasted chicken yang menarik dipandang dan rasanya juga enak banget.



Ada juga semacam specialty fusion menu seperti yaki udon dan doughnut with chicken pangko. Keduanya sungguh populer bagi para tamu. Yaki udonnya enak dan menarik, tampilan maupun rasanya cukup khas. Begitu pula dengan doughnut dan chicken pangko yang entah kenapa terlihat imut. Hanya saja karena di buffet orang ingin nyobain ini dan itu, banyak yang cenderung menyisihkan setengah bagian donat bagelnya supaya ngga gampang kenyang.



Sushi dan sashimi di Sailendra cukup menarik karena disajikan diatas mini jembatan ala Jepang sehingga terlihat meriah. Sashimi bisa diminta ke chef yang menjaga area sushi nya. Tampilan sushi roll nya sendiri agak messy tapi rasanya cukup enak untuk ukuran buffet all you can eat. Daging salmon sashiminya enak dan waktu saya gigit entah kenapa ada sedikit terasa krenyes.


Di bagian bawah restoran masih ada station untuk Indian Food, Tempura, Noodle, dan steamed chawan mushi. Dimsum justru sepertinya tidak ada. Saya tidak ambil noodlenya karena sepertinya makan itu bisa langsung bikin saya kekenyangan. ^^;



Tempuranya lebih banyak tempura sayur, tapi overall kualitas tepung gorengannya bagus, renyah tapi ringan dan tidak terlalu berminyak.





Untuk Indian Food, wrapped vegetables nya ternyata lumayan populer sehingga saya tidak sempat nyobain karena kehabisan. Roti canainya oke. Masakan yang mirip kari tapi berwarna hijau dan coklat merah tidak terlalu pedas sehingga bisa saya cicipi sedikit. Gurih bumbu India nya kurang nendang sih dan highlite rasanya cenderung ke asin.


Kami makan sewaktu jam makan siang dan restorannya sungguh ramai. Tapi pelayanannya masih cukup sigap dan baik. Kadang-kadang suka ada antrian yang stuck tapi masih saya maklumi lah. Karena luas, pas ngantri pun tidak terlalu berdesak-desakan. Overall buat saya ada sesuatu yang bikin kurang greget, but still it was a very nice experience. Some things need to be improved to make the value worth better with the price.


Sailendra - JW Marriott Hotel Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato