Showing posts with label ramen. Show all posts
Showing posts with label ramen. Show all posts

Wednesday, January 2, 2019

Yoiko Ramen 415 - Blok M


Yoiko Ramen 415

Yoiko Ramen 415 sebenarnya nama yang sudah lama berseliweran di kalangan pecinta ramen tapi baru belakangan saya kesampean nyicipin. Tempatnya ada di lantai 4 gedung seberang Hotel Mahakam, plang namanya juga kecil sederhana dan kadang nga nyala lampunya. Sewaktu sampai sempat bertanya-tanya ini restorannya buka apa ngga ya.

Untungnya restorannya buka dan cukup ramai. Saya makan berdua dengan adik saya dan memilih duduk di counter. Smoking area sih, tapi coba disabar-sabarin deh. Syukurlah tapi asap rokoknya tidak terlalu nyebar. Sebenarnya masih ada 2 ruangan lain yang sepertinya non-smoking dan dibuka kalau area yang ada counternya sudah penuh. Meskipun spesialisasinya ramen, restoran ini cenderung mirip izakaya karena menyediakan bir dan jenis-jenis makanan selain ramennya juga cukup banyak.

Shoyu Pork Ramen

Yang kami pesan adalah Tonkotsu Ramen, Shoyu Pork Ramen, dan Vegetable Curry Rice. Overall ciri khas ramen di sini menggunakan mie yang lurus tapi agak tebal dengan kuah yang cenderung oily dan pekat. Shoyu ramen misalnya meskipun kuahnya jernih ringan tapi waktu saya sruput ternyata citarasanya tetap rich. Kaldu ikan dan kecap asin nya dapet banget. Mie nya yang agak tebal juga cocok dengan rasa kuahnya.

Uniknya sewaktu masih panas banget sebenarnya saya agak kurang sreg dengan rasa kuahnya, tapi semakin turun suhunya rasa manisnya dan kaldunya semakin keluar dan dan makin dimakan saya malah makin suka.

Tonkotsu Ramen

Sedangkan Tonkotsu Ramen dari kuahnya saja sudah jelas ini tipe yang pekatnya lebih nonjok dan rich. Tonkotsu ramen justru paling pas dinikmati sewaktu lagi panas-panasnya. Mienya yang berbalur kuah kaldu tonkotsu yang pekat menjadi kombinasi yang nikmat dan lumayan bikin saya nga bisa berhenti nyruput. Hanya saja semakin dingin citarasanya justru jadi kurang enak karena rasa asinnya makin berasa dan makin ngalahin rasa gurih kaldu daging.

Untuk topping tapi overall biasa saja. Chasiu nya lumayan enak, tapi tidak sampai waw, dan cuma dapat selembar. ^^;

Gyoza

Penggemar gyoza tapi boleh banget nyobain Gyoza nya Yoiko Ramen. Untuk gyoza restoran Jepang ini yang terbaik yang pernah saya cicipi. Ukurannya oke, tekstur dan rasa daging di dalamnya juga dapet banget meskipun kami makan yang ayam (mie nya soalnya sudah babi dua-duanya jadi kami pilih ayam untuk gyoza). Kulit gyozanya tebalnya pas dan kuat, tidak mudah pecah. Crispy di permukaan tapi tetap kenyal dan juicy.

Vegetable Curry Rice

Vegetable Curry Ricenya juga enaaak~ dan kita bisa pilih 3 jenis toping yang kita suka. Ada beberapa yang tidak ada sih sewaktu saya pesan. Pilihan topping kari saya akhirnya wortel, kentang, dan jamur, Tekstur maupun rasa bumbu karenya sungguh nikmat dan ada sedikit rasa khas kaldu ikan. Porsinya juga memuaskan.

Secara tampilan restoran jangan kasih ekspektasi yang macam-macam sih. Tapi justru suasana tua ala izakaya nya memberikan kekhasan tersendiri. Rekomendasi saya Yoiko Ramen 415 cocok buat mereka yang suka tipe ramen yang agak tebal dengan kuah yang cenderung oily. Pilihan ramennya juga cukup bervariasi dengan kekhasannya masing-masing.


Yoiko Ramen 415 Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato

Sunday, November 4, 2018

Fujiyama 55 Fujiyama Go Go! - Fatmawati


Fujiyama 55

Pada gedung yang sama dengan Kamakura Cafe (Little Osaka Food Town) sederet dengan RS Setia Mitra, kalau kita naik ke atas kita akan ketemu beberapa restoran lain. 1 diantaranya adalah Fujiyama 55 (dibacanya Fujiyama GoGo), restoran Jepang yang sepertinya brandnya berasal dari Nagoya dengan Tsukemen sebagai menu utama. Selain Tsukemen ada juga Ramen biasa dan Maze Soba.

Fujiyama 55 Menu

Jarang-jarang saya ketemu restoran yang spesialisasinya Tsukemen, sehingga saya langsung excited dan masuk untuk nyobain. Saya pesan Tsukemen dan adik saya memesan Tonkotsu Ramen. Bisa dipilih apakah dagingnya mau pakai babi atau ayam.

Tsukemen

Tsukemen Fujiyama Gogo sejauh ini adalah tsukemen paling oke yang saya temukan di Jakarta. Karena mie nya oke banget. Berbeda dengan tempat lain yang tsukemennya lembek empuk seperti kematengan, di Fujiyama 55 mienya tebal dan disajikan dingin sehingga legit dan firm waktu digigit dengan rasa yang lezat.

Kuah kaldunya sendiri cukup bikin saya kaget karena rasanya gurih banget dan pekat tapi agak asam. Secara rasa kuah mungkin bukan the best bagi saya. Tapi waktu dimakan bersama mie nya, tekstur pekatnya menempel dengan baik ke permukaan mie dan rasanya juga jadi oke banget. Karena kuahnya gampang dingin, di meja disediakan kompor sehingga kuahnya bisa selalu dihangatkan

Tonkotsu Ramen

Untuk ramen, mie yang digunakan ternyata sama dengan mie Tsukemen, tapi karena disajikan panas jadi terasa lebih empuk dan lembut. Rasa kuahnya cukup oke tapi overall saya jauh lebih suka yang tsukemen.

Topping lainnya seperti chasiu dan telur sih biasa saja. Telur rebusnya lebih cenderung matang, chasiunya cukup besar tapi hanya 1 lembar. Enak tapi ngga sampai waow.

Fujiyama 55

Overall tapi kualitas mie pada Tsukemennya lumayan bikin kangen dan saya mau balik lagi demi mie nya. Selain itu saya juga masih penasaran dengan menu maze soba dan tsukemen yang pakai nasi keju. ^^


Fujiyama55 Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato

Saturday, August 25, 2018

Non-Sushi Cuisines at Sushi Hiro - Neo Soho Central Park


Sushi Hiro

Diantara semua sushi yang saya coba di Sushi Hiro, entah kenapa Sushi Sapi nya yang justru paling ngena buat saya. Variasi menunya yang terbilang banyak untuk restoran Sushi juga bikin saya penasaran dengan hidangan-hidangan non-sushi lainnya.

Zaru Soba

Menu pertama yang bikin saya penasaran adalah Zaru Soba nya karena harganya entah kenapa tidak terlalu mahal. Awalnya saya pikir rasanya bakal biasa saja, tapi ternyata enak. Kualitas soba nya bagus, kuah kecapnya juga lezat dan bisa saya minum sampai habis. Hanya saja sewaktu hadir di atas meja saya baru paham kenapa harganya tidak terlalu mahal, porsinya ternyata kecil. ^^;

Beef Hamburg Curry Rice

Selain soba, saya juga penasaran dengan seperti apa nasi kari di Sushi Hiro. Sebenarnya saya juga ingin nyobain kari dengan beef slices, tapi untuk kari jepang terasa lebih klasik saja kalau pakai beef hamburg. Menu ini pun di atas ekspektasi saya. Bumbu kari nya pekat dengan rasa gurih khas kari sapi yang nendang dan potongan wortel yang empuk. Daging hamburgernya juga lezat dan juicy, bikin ngga nyesel. Sepertinya memang ngga salah pesan yang sapi-sapi di sini. :d

Gyu Truffle Ramen with Onsen Egg

Gyu Truffle Ramen with Onsen Egg lumayan direkomendasikan oleh para foodies dan selebtweet/selebgram. Sapinya sih jangan ditanya sudah pasti enak, dan telurnya yang masih agak setengah matang juga menjadi bumbu yang aduhai ketika berpadu dengan mie, daging sapi, dan bawang goreng. Tapi tipe mie nya yang mirip mie telur bukan favorit saya. Untuk ala-ala dry ramen atau abura soba sepertinya saya masih lebih suka Chinese Style daripada Japanese Style.

Chirashi Don

Terakhir adalah Chirashi Don, hitungannya masih saudara sushi juga sih. Tidak hanya tampilannya yang meriah, potongan tuna, salmon, udang, telur, dan ketimunnya memberikan tekstur yang lebih berwarna sewaktu masuk mulut. Apalagi waktu telur salmon (ikura) pecah di mulut, mantap banget. Rasa nasi sushi nya tapi buat saya agak terlalu kuat dan cenderung keasinan.


Sushi Hiro Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato

Saturday, December 9, 2017

Rice Menu at Menzo Ramen - Central Park

Sambil menanti menu tsukemen, saya nyobain menu nasinya dulu di Menzo Ramen. Sebelumnya saya sudah mencoba yang nasi goreng. Kali ini saya mencicipi Curry Rice dan Teriyaki Rice.

Pork Curry Rice

Ekspektasi saya sebenarnya ngga gimana-gimana banget, tapi ternyata Pork Curry Rice nya Menzo enak juga. Tekstur maupun rasa bumbu karinya pas banget dan kari Jepang banget. Rasa gurih kari nya nendang. Porsinya cukup besar dan pas di perut. Proporsi antara nasi dan bumbu kari maupun dagingnya juga seimbang.

Untuk menu nasi, daripada babi, sepertinya saya lebih suka lauknya pakai daging ayam. Daging babinya enak sih, serta ngasih flavour yang lebih asik ke bumbu makanan. Tapi secara tekstur waktu digigit rasanya lebih pas saja kalau dimakan dengan daging ayam. Di Chicken Teriyaki Rice, daging ayamnya enak dan empuk. Semuanya dapat daging dan tanpa tulang.

Chicken Teriyaki Rice

Saus teriyakinya tadinya saya pikir hanya sedikit. Tapi ternyata ngumpul di bagian bawah mangkok, jadi sebaiknya diaduk-aduk dulu dengan nasinya supaya lebih merata. Kalau sausnya doang, rasa manisnya lumayan kencang. Tapi kalau berpadu dengan ayam dan nasi, rasanya jadi manis gurih tapi mild. Rasa sausnya mengingatkan saya sama hidangan babi bersaus teriyaki yang pernah saya makan di Tontoki.

Overall not bad at all dan harga menu nasinya juga masih cukup affordable. Kapan-kapan kayaknya bakal nyoba lagi sambil nungguin Tsukemen nya nongol.

Menzo Ramen Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato

Sunday, November 19, 2017

Kiyadon Sushi - Pacific Place SCBD

Sebelumnya, thanks a lot buat Kiyadon Sushi dan Zomato yang sudah ngasih undangan sehingga saya bisa experience dining di Kiyadon Sushi. ^^ Kiyadon yang pernah saya makan cuma di CP, Senayan City, dan TA. Tapi 3-3nya sudah tidak ada, jadi seneng banget bisa berkesempatan mampir ke outlet Kiyadon di Pacific Place SCBD.

D.I.G Roll

D.I.G Roll nya enak banget. Nga nyangka perpaduan aburi salmon, tobiko, crab stick, ketimun, abon ayam, dan mayonaise ternyata oke dan asik di lidah. Tobiko dan abon nya kasih sensasi yang menarik waktu digigit.

Tossa Tofu

Tossa Tofu ini sebenarnya mirip-mirip agedashi tofu, tapi beda bahan kulit luarnya yang digoreng. Warnanya lebih coklat geseng. Alternatif yang menarik kalau bosan dengan Agedashi Tofu  biasa. Tahu di Kiyadon juga rasanya enak, teksturnya lembut tapi solid. Saus agedashi tofunya tapi rasanya agak terlalu kuat untuk selera saya. Saya lebih suka yang mild.

Beef Miso Ramen

Beef Miso Ramen ini kuah misonya berasa banget. Rasanya lebih ke gurih mild khas kacang kedelai. Variasi yang menarik untuk saya yang lebih sering ketemu tonkotsu style ramen. Porsi nya juga cukup melimpah dan potongan dagingnya termasuk banyak dan besar. Tapi sebagai overall menu ramen tetap agak kalah sih dengan yang memang fokus sebagai restoran ramen. Mie nya bukan tipe mie ramen yang saya suka dan telur nya hanya telur rebus biasa.

Service nya ok. Pelayanannya sangat baik, atentif, dan ramah. Karena satu dan lain hal saya kurang banyak foto-foto di Kiyadon dan nyesel banget. Mungkin kapan-kapan bakal mampir lagi biar bisa puas-puasin menikmati sushi dan lebih banyak foto-foto.


Kiyadon Sushi Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato

Pork Tonkotsu style by Menzo Ramen Central Park

Menzo Ramen

Menzo Ramen hadir di Central Park menggatikan Iwata Abura Soba. Posisinya ada di sebelah Sunny Side Up dan Java Kitchen. Bukanya baru sekitar seminggu yang lalu. Layout interiornya masih sama dengan layout Iwata. Sebenarnya agak risky karena layoutnya bikin orang cenderung memilih makan di bangku pinggiran dan baru duduk di tengah kalau yang pinggir sudah penuh. Bikin kalau dari luar sekilas kesannya sepi, padahal mungkin ada yang lagi pada makan di pinggir-pinggir. xD;

Menunya tidak banyak, variasinya cukup fokus untuk restoran ramen. Kalau search google sepertinya Menzo Ramen pertama kali hadir di Malaysia. Mungkin didirikan oleh orang Jepang yang tinggal di Malaysia. Style nya adalah ramen dengan kuah tonkotsu yang rich. Mayoritas menu nya mengandung babi, tapi ada yang pakai ayam juga.

Classic Tonkotsu Ramen

Untuk ramen yang lengkap dengan chashu, isinya terdiri dari mie yang modelnya kecil dan lurus (my favorit kind of ramen noodle), kuah kaldu, telur 1 butir, 2-3 slice chashu, irisan daun bawang, jamur kuping, dan nori seaweed. Ada juga condiment bawang putih goreng dan shoyu di atas meja.

Harganya Rp65.000 belum termasuk pajak. Kalau mau makan yang lebih ekonomis bisa pilih yang pakai telur saja atau yang ramen basic saja. Porsi mie nya termasuk banyak. Habis makan dari sini saya selalu kenyang banget.

Telurnya lembut dan empuk, tapi agak overcooked dan terasa dingin. Rasanya tapi enak dan teksturnya masih oke sehingga saya tidak terlalu masalah meskipun sedikit dingin.

Potongan chashu nya pas pertama kali makan cukup tebal dan empuk nya masih termasuk oke. Chashu nya tapi tidak se spesial tempat-tempat lain seperti Marutama. Kali kedua saya makan chashu nya sedikit lebih tipis dan lebih alot dari sebelumnya. Mungkin kualitasnya belum konsisten saja.

Ada 3 variasi untuk jenis kuahnya, classic tonkotsu, kuro mayu, dan 1 lagi pedas jadi tidak saya cobain.

Yang Classic Tonkotsu kuah kaldu nya lumayan enak, asin gurihnya pas serta cukup rich.  Teksturnya tapi agak kental. Kuah pekatnya menempel dengan baik di permukaan mie dan bikin rasa mie nya lebih enak, tapi lama kelamaan sensasi gurihnya seperti mendem teksturnya yang kental bikin kenyang dan  bosan sehingga malas untuk saya habiskan.

Kuro Mayu Ramen

Kali kedua datang saya cobain yang Kuro Mayu. Entah apa memang tekstur kuahnya dari sananya berbeda dengan classic tonkotsu atau apa karena saya pernah bilang sebelumnya kalau kuahnya agak kental. Kali ini kuah sup nya lebih encer dan tidak terlalu nempel ke mie nya, tapi lebih mudah saya nikmati sampai habis. Secara rasa masih mirip-mirip dengan classic tonkotsu. Mungkin sedikit lebih asin, tapi tidak terlalu jauh sehingga saya ngga ngeh. Gurih asinnya juga cukup pas untuk saya.

Gyoza

Gyoza selalu tersedia di restoran ramen dan di sini bisa pilih mau porsi 3 pieces atau 5 pieces. Ukuran Gyoza Menzo Ramen cukup besar dibanding restoran ramen lainnya. Isiannya saya kurang tahu apakah ayam atau babi. Tekstur kulit gyozanya tapi kurang garing sehingga kurang asik waktu digigit. Harganya lumayan mahal sih, sekitar Rp10ribu an lebih sedikit per piece nya. Saus kecapnya lumayan asam.

Pork Fried Rice

Pork Chahan Fried Rice nya oke. Secara rasa lebih enak punya Tsurukamedou sih, tapi di sini porsi nya lebih besar dan potongan daging babi nya juga dikasih melimpah. :) Bakal lebih enak kalau bumbu atau bawang putihnya lebih banyak dan tekstur nasinya tidak terlalu empuk.

Saya masih penasaran dengan tsukemen, curry rice dan teriyaki rice. Moga-moga menu tsukemennya bisa segera nongol~


Menzo Ramen Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato

Monday, October 30, 2017

Ippudo Seasonal Menu, Yokohama Iekei Ramen


Yokohama Iekei Ramen

 Yokohama Iekei Ramen adalah menu terbatas yang saya lihat berseliweran di TV nya Ippudo sejak awal Oktober, entah bakal masih ada sampai kapan. Selain menu ini sebenarnya ada menu lain seperti pork steak dan salmon steak. Sayangnya, saya akhirnya hanya nyobain Yokohama Iekei Ramen dan makan sendirian karena adik saya terlambar datangnya. Kita janjian di CP buat nonton Thor Ragnarok. :d

Yokohama Iekei Ramen close up

Mie lurus dan rapi, kesannya halus. Tapi cukup tebal dan cenderung lembut waktu digigit. Sepertinya sama dengan mie yang dipakai untuk Black Shoyu, ramen seasonal sebelumnya. Rasa dan tekstur kuahnya lumayan, dibuat dari campuran kaldu ayam dan kaldu tonkotsu. Gregetnya sebenarnya rada nanggung, tapi cukup gurih meski lebih ringan dibanding yang full tonkotsu soup.  
 
Menu ramen ini disajikan dengan sebutir telur, 3 lembar nori, potongan kol, dan 2 lembar chasiu. Chasiu nya agak biasa , kasar dan kurang lembut. Kurang ngasih impact ke ramennya juga. Untuk telur, rasanya enak dan tingkat kematangannya juga pas.

Overall cukup oke meski belum istimewa. Tapi saya masih lebih suka ini daripada Black Shoyu Ramen sebelumnya.

Pork Gyoza

Kali ini sekalian nyobain gyoza mumpung ada promo weekdays. Ini pertama kalinya saya nyobain Gyoza Pork Ippudo. Ukurannya agak kecil, tapi ternyata rasanya enak. Tekstur kulitnya cukup oke, isian dagingnya enak banget dan cocok dicocol dengan kecap cuka. Mungkin gyoza nya justru lebih kasih impact yang menyenangkan untuk ramen nya. 

Tapi jangan bandingin ama Kuotie Santung atau semacamnya yaa, masih kalah. xd

Tuesday, August 15, 2017

Ramen Time at Tsurukamedou - Green Ville

Tsurukamedou, I always eat here at weekdays~

Tsurukamedou adalah tempat ramen yang sudah lama ada dan lumayan dikenal di kalangan pecinta ramen meskipun ngga nangkring di mall. Ramen bangau dan kura-kura ini berlokasi di Green Ville, Ratu Kemuning, dekat dengan Saung GreenVille, seberang Papa & Mama Cafe Patisserie.

Variasi ramennya ada tonkotsu yang berbabi dan torikotsu yang chicken based. Ada juga menu dry ramen, nasi, gyoza, dan lain sebagainya. Cukup variatif tapi tetap konsisten dan tidak berlebihan.

Tonkotsu Ramen

Tonkotsu Ramen adalah signature dish di Tsurukamedou. Kuahnya termasuk pekat, creamy gurih asin dan ada hint asam cuka. Gurih babi nya nendang, tapi kurang feeling rasa manisnya aja. Tapi lidah saya mang cenderung doyan yang manis. Hehehe~ Kadar lemak dan minyaknya cukup pas buat saya. Saya masih lebih suka tipe kuah Ikkudo Ichi, tapi Tsurukamedou termasuk tipe kuah yang saya doyan. :d

Tonkotsu Ramen

Ramen disajikan dengan setengah butir telur, nori harum, irisan jamur kuping, irisan daun bawang, dan 2 potong chashu babi. Telur ramennya enak, bumbunya meresap, empuk dah lembut di tengah. Chashu agak beda dengan tempat lain. Lebih tebal berdaging dengan tekstur kasar, mirip tekstur dada ayam tapi seratnya lebih kecil-kecil dan lembut. Rasa chashu nya enak~ Meski kalau untuk chashu buat saya Marutama masih juara, tapi chashu di sini juga not bad.

Yang paling berasa setelah makan, mungkin rasa dan bau daun bawangnya. Saya sendiri doyan saja dengan daun bawang yang agak kencang, kalau bisa malah sekalian ada bawang putih tambahan. Tapi untuk yang ngga terlalu suka daun bawang mungkin sebaiknya minta tidak usah dikasih atau sedikit saja.

Torikotsu Ramen

Untuk yang tidak makan babi, Tsurukamedou juga menyajikan Torikotsu Ramen. Isinya sama dengan Tonkotsu Ramen tapi semuanya serba ayam. Kuahnya tidak se creamy yang kuah babi, tapi rasa gurihnya tetap nendang dan menurut saya kualitasnya nga kalah sama Tonkotsu Ramen. Chashu ayamnya juga tebal dan cukup empuk.

Yaki Buta Chashu Aburi Ramen

Menu Ramen terbaru di Tsurukamedou adalah Aburi Ramen. Saya nyobain yang Yaki Buta Chashu Aburi Ramen. Disajikan dengan 2 slice yaki chashu babi dan kuah kaldu tonkotsu secara terpisah. Kuahnya lebih sedikit dan telur, jamur, dan nori juga tidak termasuk pada menu ini. Secara harga tapi lebih ekonomis. Mungkin harusnya dimakan seperti bakmi ayam biasa. Tapi saya sendiri lebih suka memakannya ala tsukemen. Mie dicelup ke kuah, lalu disruput. Kuah Tsurukamedou cukup pekat dan enak untuk dimakan seperti tsukemen.

Gyoza

Gyoza di sini cukup oke. Kualitas kulitnya baik dan isinya juga enak dan juicy. Ukuran tidak besar-besar amat, 1 porsi dapat 6 pieces. Saya cobain yang pork dan ebi, Saya lebih suka yang pork. Yang ebi sepertinya isinya campuran daging ayam dan udang. Saya ngarepin tekstur udangnya lebih terasa sih, tapi yang sekarang juga not bad lah.

Yaki Buta Chashu

Yaki chashu bisa dipesan secara terpisah 3 atau 5 slice. Ukurannya lebih besar daripada yang di ramen dan kadar minyaknya sungguh aduhai. Tapi teksturnya kadang ada potongan yang kurang empuk, ada yang cukup empuk, jadi ngga terlalu stabil. Begitu kena lidah tapi tetap bikin senang.

Buta Chahan

Oh iya, nasi goreng nya juga di sini termasuk enak dan layak dicoba. Bumbunya nendang di lidah dengan rasa yang dominan gurih asin (dan syukurlah tidak pedas~). Porsinya tapi mungkin rada kecil untuk ukuran cowo, soalnya saya rasa ini lebih sebagai pendamping saja kalau masih belum kenyang sama ramen doang. Kekurangannya tapi kadang saya ketemu bagian tulang muda, jadi agak mengganggu waktu kekunyah.

Suasana tempat makannya sendiri cukup casual dan tidak terlalu besar. Biasanya diputar lagu-lagu Jepang dan Korea. Pelayanannya baik dan ramah, cuma kadang suka kelupaan tipe mie atau tingkat kematangan yang saya pesan. Setelah selesai makan, kita disajikan free jelly dessert.

Btw, kalau setelah makan fotonya di post di instagram dan tag 1 orang atau lebih, kita bisa dapat diskon 10%. Saya nga tahu tapi promonya bakal berlaku sampai kapan. xd


Tsurukamedou
021 56940712Jl. Ratu Kemuning Raya Blok A2 No. 8A, Green Ville, Jakarta

Tsurukamedou Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato

Friday, August 11, 2017

Bariuma Ramen - CityWalk Sudirman


Sudah lumayan lama sebenarnya saya ingin jalan-jalan ke Citywalk Sudirman dan melihat-lihat ada tempat makan apa saja di sana. Incaran pertama saya adalah Bariuma Ramen. Ratingnya lumayan dan konon ramen di Bariuma kadar lemaknya cukup greget. Jadi marilah kita coba~


Bariuma Ramen + Egg

Bariuma Ramen Set + Egg

Set menu ini sudah termasuk gyoza 3 pieces dan ocha. Sebenarnya saya kepingin Ajitama Uma Ramen, tapi karena saya pengen sekalian cicipin gyoza, saya pesan yang Bariuma Ramen Set dengan tambahan ajitama egg. Meskipun tingkat kematangan telurnya oke, tapi secara rasa tidak ada yang istimewa dan hampir kayak telur rebus biasa.

Bariuma Ramen close up

Kuah tonkotsu ramen nya gurih dan creamy dengan kadar minyak atau lemak yang ternyata memang seperti yang di desas-desus kan. Asinnya pas. Adik saya suka mie dengan kuah berlemak seperti ini. Tapi saya sendiri merasa masih ada yang kurang, entah mungkin kurang bumbu atau bawang putih di kuahnya. Chasiu teksturnya kurang lembut, tapi tebal dan besar, empuk waktu digigit. Rasanya juga enak.

Gyoza & Egg

Gyoza nya sekilas seperti agak rapuh, tapi ternyata waktu digigit teksturnya cukup oke. Daging isiannya enak dan juicy. Ekstra kulitnya yang tipis disajikan juga sehingga tampilan gyoza nya cukup unik.


Tori Yasai Ramen

Tori Yasai Ramen

Waktu menu ini datang ke atas meja saya cukup terkejut karena porsi sayur tauge nya ternyata banyak banget. Ada irisan wortel dan jamur juga. Mungkin porsi sayur hampir sebanding dengan porsi mie. Menu ini juga tidak ada daging chasiu nya.

Kuah ramen ayamnya beda dgn kuah bariuma ramen. Karena yang ini chicken based, kuahnya lebih light kadar minyaknya lebih terasa nendang. Rasan kuahnya cenderung sekedar asin dan saya lebih suka kuah pork based pada Bariuma Ramen daripada ini. Tapi waktu dimakan dengan sayur rasanya jadi lebih balance dan menyenangkan karena taugenya yang enak dan manis.

Note. telur pada foto berasal dari additional ajitama egg yang sebelumnya dipesan.


Torotama Abura Soba Pork

Torotama Abura Soba Pork

Porsi mie nya satu setengah kali ramen standard. Mie nya sepertinya memang agak lebih tebal dari 2 ramen sebelumnya. Banyak potongan ketimun yg agak susah disumpit karena kecil-kecil. Tampilan awal kayak bakmi maze soba. Tapi setelah diaduk-aduk semua, teksturnya jadi lebih seperti pasta. Telur setengah matang nya bercampur dengan bumbu dan minyak, menjadi saus yang gurih creamy membalur melapisi permukaan mie.

Menu ini secara rasa tapi agak keasinan buat saya. Potongan daging babi nya lebih empuk di Torotama Abura Soba daripada di Bariuma Ramen. Tekstur mie berlapis sausnya menarik buat saya, tapi mungkin tidak semua orang akan suka.


Tare Tare Chicken Karaage

Taretare Chicken Karaage

Karaage di Bariuma Ramen termasuk yang saya rekomendasikan. Rasanya enak dan renyah. Garing kulit ayam nya masih terasa. Dagingnya empuk dan gurih. Kami pesan yang disajikan dengan saus tartar and we love it.

Ocha

Overall saya suka Bariuma Ramen, tapi belum sampai bikin saya ketagihan. Porsi makan di sini cukup besar. Dan tipe kuahnya yang berminyak mungkin tidak semua orang suka. Sepertinya karena banyak orang Jepang yang makan di Citywalk Sudirman jadi porsi menyesuaikan. Untuk tingkat kematangan mie nya, yang medium terlalu lembut dan empuk buat selera saya. Saya lebih suka yang hard meski di sini masih rada keempukan.

Pelayanannya baik. Ada yang logatnya agak lucu, mungkin karena banyak orang Jepang makan di sini jadinya dia kebawa aksennya. xd



Bariuma Ramen Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato
Bariuma Ramen
021 21889061 ext:939
Citywalk Sudirman, Lantai 1, Jl. KH Mas Mansyur, Sudirman, Jakarta