Sunday, May 7, 2017

Cremia - Japan Premium Soft Ice Cream

Dolci Cafe or Silkream Cafe

Kalau sedang jalan-jalan ke Jepang dan somehow ketemu dengan gambar-gambar es krim seperti ini, saya sarankan coba paling tidak 1 yang rasa original nya. Iya, ini es krim mahal, sekitar 500 yen. Mungkin seharga Haagen Daz ya? Harusnya tidak semahal es krim Godiva (di Singapura $7-8). Tapi ini es krim adalah es krim paling enak yang pernah saya coba seumur hidup.

Cremia variant

Cremia adalah Japanese Soft Ice Cream yang dirancang dengan ambisi membuat es krim high class paling enak di dunia. Persentase lemaknya 12,5% dengan konten krim 25%, diatas rata-rata standard es krim biasa. Dibuat dari Hokkaido Milk (Yep, it tasted richer and creamier from regular milk somehow, I don't know why...) dan dilengkapi dengan cone Langue de Chat yang tekstur dan rasanya seperti biskuit karena cone biasa bakal jomplang sama rasa dan kualitas es krim ini.

Original Cremia

Enak banget. Feels like heaven in my mouth.... Rasa originalnya manis vanilla dengan rasa krim Hokkaido yang sungguh kaya. Tapi manis dan gurih krim nya ngga berlebihan di mulut dan tekstur es krim nya juga tetap lembut.

Cremia de Chocolat

Sedangkan rasa dark coklatnya mungkin lebih nendang daripada yang pernah saya coba di Godiva. Premium dark choconya berasa banget. Meski overall saya lebih suka yang original, tapi varian coklat ini lebih cocok dan seimbang ketika berpadu dengan cone biskuitnya yang manis.

Another Cremia spot at Herb Hall Kawaguchiko

Saya beli Cremia di Cafe Dolci Silkream di wilayah Shibuya karena kalau baca-baca review dan info lainnya, cuma cafe itu yang alamatnya tercantum jelas. Tapi ternyata setelah itu saya beberapa kali ketemu Es Krim ini di tempat-tempat wisata atau pertokoan yang ramai. Biasanya mayoritas jual yang rasa original saja. Kadang ada yang rasa coklat. Yang paling beda hanya yang saya temukan di Herb Hall Kawaguchiko. Mereka ada varian original yang ditaburi bubuk Matcha premium dari Uji Kyoto yang terkenal. And yes, the Matcha variant is also damn good...

Cremia with Uji Matcha

Family Dinner at Unacho, Plaza Senayan


Ini adalah kali kedua saya makan di Unacho. Karena orangtua saya sudah kena asam urat dan kolesterol, mereka harus jaga-jaga dalam pemilihan makanan. Lalu ayah saya bilang kalau belut tidak apa-apa karena kadar asam urat maupun kolesterol nya tidak terlalu tinggi. Jadilah saya coba mengajak sekeluarga makan di Unacho Plaza Senayan.

Kali ini kondisi restorannya sungguh penuh sehingga kami ngantri sebentar dan nunggu makanannya juga cukup lama. Yang pertama kali nongol malah dessert nya. ^^;


Sweet Potato Mochi nya bukan dessert favorit saya, tapi cukup unik lah untuk sekedar tahu rasa dan teksturnya kayak apa. Sepertinya ubi dicampur dengan mochi yang dipanaskan sehingga teksturnya meleleh kayak keju mozzarella atau marshmallow. Kinako Mousse nya enak, rasanya seperti krim gurih kedelai yang ditaburi bubuk kinako.

Unagi Hitsumabushi

Setelah hampir setengah jam menunggu akhirnya keluar juga menu utama mereka, Unagi Hitsumabushi khas Nagoya. Potongan unagi yang gurih dan sedikit manis dengan saus unagi yang juga nempel ke nasi nya bener-bener bikin geregetan. Saya lebih suka makan langsung saja nasi dan unaginya apa adanya. Tapi untuk sensasi yang berbeda, bisa juga dimakan sambil dicampur dengan kuah jernih. Menu ini dilengkapi dengan sup tahu yang jernih, sedikit acar, wasabi, nori flakes, dan daun bawang.

Una Tama Jyu

Menu unagi nomor 2 yang saya pesan adalah Una Tama Jyu, yaitu nasi dengan fillet unagi dengan tambahan omelet di atasnya. Telurnya enak dan empuk. Buat yang suka rasa unagi yang lebih manis dan lebih besar waktu digigit, mungkin akan lebih suka dengan Unajyu atau Una Tama Jyu. Kalau di Unagi Hitsumabushi soalnya sudah dipotong kecil-kecil. Menu ini dilengkapi dengan acar, nori flakes, dan sup miso yang rasa misonya agak berbeda dengan standard miso restoran. Sup Miso di Unacho lebih pekat rasa gurih misonya dan agak asin.

Gyu Sumiyaki Don

Selanjutnya adalah Gyu Sumiyaki Don. Konon menu ini seasonal dalam rangka musim dingin (tapi sekarang kan udah musim semi?). Medium rare grilled beef di atas nasi yang dipadu dengan bawang, saus tare, nori, dan telur setengah mateng. Telur setengah matengnya itu yang menyatupadukan semuanya. Ekspektasi saya sebenarnya biasa saja waktu pesen ini, syukurlah ternyata enak. xd

Tori Hitsumabushi

Dan terakhir adalah Tori Hitsumabushi. Menu ini kita pesan karena bingung mau menu ke-4 nya yang mana, jadi ya sudahlah itu saja. It turns out pretty damn good. Kalau menu unagi agak out of budget karena sekitar Rp220ribuan, Tori Hitsumabushi ini sekitar Rp 130ribuan, jadi mungkin lebih mendingan budgetnya. Permukaan ayamnya crunchy dan manis gurih tapi dagingnya tetap empuk waktu digigit. Kuah pendamping untuk yang ayam juga agak berbeda dengan unagi, lebih gurih asin dan mengingatkan saya pada rasa sup paitan, tapi lebih jernih dan tidak sepekat sup paitan yang pernah saya coba di Marugame. Kalau yang unagi, kuah pendampingnya cenderung hambar.


Selain masalah nunggunya agak lama, puas banget saya makan di Unacho dan nyobain 4 menu sekaligus. Semoga saya bisa segera move on dari unagi-unagi yang terus terbayang di kepala ini.

Unacho Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato

Sushi Groove goes Kaiten


Sudah lama banget sejak terakhir kali saya makan di Sushi Groove. Dulu mereka konsepnya seperti Hachi Hachi Bistro. Tapi sekarang mereka merubah konsep dan dekor jadi sushi putar. Jadinya mirip Sushi Tei tapi dengan desain dekor yang lebih groovy dan meriah. Tempatnya jadi nyaman untuk makan sendirian, berdua, maupun bareng sama keluarga. Dan ramainya ngga separah Sushi Tei sehingga boleh juga jadi alternatif kalau malas antri waiting list Sushi Tei.
 

Karena memang sedang tidak niat-niat banget makan banyak, saya cuma ambil salmon sushi, inari, dan beberapa varian roll sushi. Bobot dan porsi sushinya lumayan oke. Nasinya berat tapi potongan salmonnya sesuai dengan besar nasi. Inari sushi nya agak besar dan tidak terlalu asam.

Overall sushi nya menurut saya biasa saja. Oke, cukup fresh, dan proper. Tapi ngga lebih dari itu. Pilihan variasi ikannya juga tidak terlalu macam-macam. Standardnya ya salmon, maguro, dan unagi.

Untuk suasana makan tapi saya suka dan nyaman makan di Sushi Groove. Pelayanannya pun lebih atentif dan leluasa dibanding di Sushi Tei yang kalau ramai susah banget manggil waiter/waitress nya. Tapi adik saya agak bete sih gara-gara caesar salad yang dia pesan keluarnya lama banget dan itu pun nga terlalu istimewa saladnya.

Secara harga, yang kita keluarkan rasanya sih hampir sama dengan Sushi Tei. Kalau Sushi Groove bisa meningkatkan kualitas makanannya harusnya mereka bisa menarik pelanggan lebih banyak lagi dan jadi saingan serta alternatif kaiten sushi yang oke.

SushiGroove Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato

Bonjour - my no.1 favorite patisserie in Jakarta

 

Sampai sekarang menurut saya Bonjour adalah toko kue paling enak dan favorit nomor 1 saya di Jakarta. Pattiserrie Jepang dengan style kue Perancis ini selalu bikin saya ingin makan kuenya lagi dan lagi karena kualitas rasanya tidak kalah dengan yang saya pernah makan di Jepang.

Cabangnya yang saya tahu ada di Ranch Market seberang Pondok Indah Mall, Grand Indonesia, dan Kembangan. Yang paling dekat rumah saya adalah yg di Ranch Market PIM. Selain cake, mereka juga menjual berbagai pilihan roti dan biskuit.


Ukuran cake slice nya rada kecil-kecil. Whole cake nya juga ada yang dijual hanya dengan diameter sekitar 10cm. Saya rasa Bonjour mengejar harga jual yang tidak terlalu tinggi tapi tetap dengan kualitas super sehingga kompensasi nya ada pada ukuran kue.

Rekomendasi pertama saya adalah roll cakenya. Ada beberapa varian rasa, tapi favorit saya tetap original dan coklat. Original roll cake nya manis dan lembut dengan rasa dan tekstur yang pas. Sedangkan yang rasa coklat mantab banget denga bubuk dark chocolate nya, wajib dicoba bagi para penggemar coklat.

Perbandingan antara krim dan bolunya juga oke dan seimbang. Rasa manis pada krimnya tidak berlebihan dan tekstur krim nya juga ringan. Orang Jepang sepertinya memang jago bikin krim manis dengan tekstur ringan sehingga enak dimakan banyak-banyak.

Selain roll cake, cake wajib coba lainnya dari Bonjour adalah rare cheese cake, eri chocolate mousse, dan strawberry shortcake.

Rare cheesecake nya sungguh lembut dengan rasa manis yang pas dan keju yang aduhai. Baked cheesecake nya juga enak tapi menurut saya agak standard padat a la New York style jadi kurang istimewa.
   

Eri chocolate mousse merupakan pilihan wajib pecinta coklat. Paduan dark chocolate mousse dan milk chocolate mousse yang dibalur lelehan dark choco yang mengkilap dengan aroma hazelnut bakal bikin lidah jatuh cinta. Kacang-kacang di atasnya selain mempermanis penampilan juga memberikan citarasa tambahan ketika dimakan dengan kue nya.


Lalu strawberry shortcake, pilihan klasik para pecinta kue. Strawberry shortcake di Bonjour di atas standard toko cake lain di Jakarta. Tekstur bolunya yang oke berpadu asik dengan krim yang manis ringan dan strawberry yang manis asam. Buat saya kalau strawberry shortcake sebuah toko kue biasa saja berarti sisanya juga cukup standard.

Kalau mau tahu kue-kue yang dijual di Jepang kurang lebih kayak apa, Bonjour is the setting standard. Kue-kuenya ok banget buat jadi hadiah atau dimakan bareng sama orang-orang tercinta.
   

Thursday, May 4, 2017

Upgraded Session at Kintan Buffet


Pilihan makan rame-rame sama anak kantor entah kenapa kalau ngga Shaburi ya Kintan. Kali ini untuk kedua kalinya saya makan Kintan Buffet dengan subsidi kantor. Karena sebelumnya saya makan paket yang paling murah, kali ini saya memilih upgrade paket jadi sekitar Rp260.000,- (sebagian di subsidi kantor) dengan 4 varian daging sapi tambahan.

Itadakimasu~
Pada menu upgrade (paket nomor 2 dari kiri menu), daging sapi yang tersedia adalah :

Yakishabu Tare/DoublePepper
Tersedia juga di paket basic yg paling murah. Potongannya panjang tipis berlemak, mudah dipanggang dan dimakan. Saya lebih suka yang saus tare karena manis.

Rosu Tare/DoublePepper
Rosu di Kintan lebih empuk dan enak daripada Gyukaku. Potongannya persegi sekitar 3-5cm dengan ketebalan sekitar 3-4mm. Cukup tebal dan padat tapi tetap empuk waktu dimakan. Masaknya praktis dan rasanya juga oke. Karena padat, lumayan gampang bikin kenyang. Karena itu kita tidak terlalu banyak pesan rosu.

Dice Tender Tare/SpicyMiso
Potongannya tebal tapi kecil-kecil, kayak kubus 1 sampai 1,5senti. Karena nga suka pedas, yang ini saya selalu pesan yang tare. Karena agak tebal, masaknya agak lama karena meski luarnya matang dalamnya sering masih mentah. Oke buat yang doyan sensasi medium rare. Tapi kadang-kadang kalau dapat daging yang kualitasnya agak kurang, atau kalau masaknya salah, dice tender bisa alot banget waktu dikunyah. Bukan varian favorit saya, tapi teman saya ada yang doyan karena masaknya asik bisa langsung tuang semua ke kompor dan aduk-aduk ala tepanyaki.

Kintan Karubi Tare/DoublePepper
Diantara yang lain, Kintan Karubi merupakan varian dengan rasa yang paling gurih. Apalagi yang deket-deket tulangnya. Potongannya besar dan setebal rosu sehingga perlu diguntingin dulu supaya bisa dibagi-bagi. Teksturnya juga empuk nikmat. Tapi saya lebih suka varian kalbi di Gyukaku yang lebih tipis dan makannya ngga gitu repot. Buat yang tidak masalah dengan sedikit tulang, Kintan Karubi termasuk yang saya rekomendasikan untuk dipesan banyak-banyak di Kintan.

Oh, my lovely Gyutan~
Gyutan NegiShio/DoublePepper
Favorit nomor 1 buat saya. Rasanya enak banget dan gurih meski kalah gurih dari karubi. Mau yang negi shio atau double pepper keduanya sama lezatnya. Disajikan dalam potongan bundar tipis-tipis sehingga bisa dimakan banyak-banyak. Masaknya gampang. Kualitasnya oke dan empuk banget, waktu dikunyah gurihnya menyebar di mulut. Hampir 50% yang saya makan adalah Gyutan dan ini reccomended banget buat dipesan sebanyak-banyaknya. xd

Gyutan Kintan juga lebih enak dari yang saya coba di Gyukaku dan mengingatkan saya pada Amiyaki Gyutan Ekiben yang pernah saya coba di Sendai. Kalau lain kali saya makan di Kintan tanpa subsidi, hampir pasti demi menikmati gyutan-gyutan gurih ini. ^___^

Saran saya kalau makan Kintan Buffet apalagi kalau sudah upgrade, JANGAN PESAN AYAM. Besar, matengnya lama, masak dan makannya repot, serta bikin cepet kenyang, nga worthed. Kambing okelah 1-2 porsi sekedar untuk nyobain. Tapi sisanya, konsentrasi pesan menu sapi sebanyak-banyaknya.

Sebaiknya juga jangan makan karbohidrat kayak nasi, kentang, dan gorengan, itu belakangan saja sekedar nyicipin. Menu sup dan sayur masih oke lah, itu pun cicil-cicil saja buat selingan daging. Saya sendiri nga bisa makan daging banyak-banyak kalau ngga ditemenin sayur. Bisa panas banget isi perut. ^^;

Oh iya, entah apa saya salah ingat. Rasanya dulu saya makan dikasih batas waktunya 2 jam. Tapi sekarang hanya 1,5jam. 20 menit terakhir sudah last order untuk daging-dagingnya.



Kintan Buffet Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato

Tori-Ki, Sate Jepang Central Park Jakarta


 Yakitori selalu jadi makanan Jepang yang bikin saya dilema. Karena saya doyan banget sate Madura, saya selalu kebayang Rp20.000,- bisa dapet seporsi full plus lontong sementara yakitori saya cuma bisa dapet 1-2 tusuk dengan budget yang sama. Sungguh jomplang. T___T

Tapi demi memuaskan rasa penasaran, saya pun mencoba masuk Tori-Ki yang baru buka di Central Park dan mencicipi sate-sate nya. Saya cuma beli 4 sate yaitu tontoro pork, pork bely, pork bacon enoki, dan chicken with leeks. Sekalian saja saya beli mayoritas sate babi karena kalau ayam agak miris dengan perbandingan harganya.


Saya tidak punya banyak ekspektasi, tapi ternyata 4 sate yang saya beli ini semuanya enak-enak~ Bumbunya manis dan gurih. Dagingnya sendiri dimasak dengan pas dan empuk-empuk. Diantara 4 sate yang saya coba, yang rada butuh tenaga buat ngunyah paling yang tontoro pork. Sisanya teksturnya udah oke banget.

Makan di tempat agak ribet karena bumbunya suka netes dan lengket di tangan. Selanjutnya mungkin saya akan coba set menu nya saja sekalian biar makannya ngga terlalu repot.

Tori-Ki Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato

Uncle Tetsu Cheese Cake - Central Park Jakarta


Uncle Tetsu adalah toko cheese cake dengan style shouffle yang fuffy. Jadi cheese cake nya setipe dengan FuwaFuwa. Konon franchise ini berasal dari Fukuoka dan lumayan ngetrend di Amerika Serikat.

Waktu awal buka promonya gila-gilaan dan saya ngga seniat itu untuk bela-belain ngantri 2 jam. Sekarang per cheese cake sudah dijual dengan harga normal Rp80.000,- jadi ngantrinya pun ngga terlalu lama.


Kesan saya sewaktu cheese cake Uncle Tetsu masuk ke mulut, keju nya berasa banget. Dan teksturnya sangat ringan. Mungkin ini fluffy cheese cake yang paling ringan dan foamy teksturnya yang pernah saya makan. Kuenya agak lengket dan suka nempel di jari.

Meskipun teksturnya ringan banget, rasa keju dan aroma susu pada kue ini sangat pekat. Waktu digigit mungkin ringan, tapi semakin dimakan akan semakin terasa kalau kue ini ngga seringan tampilan dan teksturnya. Kalau FuwaFuwa bisa saya makan 1 kue bulat sekaligus, batas saya dengan cheese cake Uncle Tetsu adalah setengah kue.

Makan seperempat saja sudah kerasa kenyangnya. Setelah setengah kue dengan berat hati saya menyerah dan menyisakan setengah lagi untuk dikonsumsi besok hari. Tekstur yang ringan tapi rasanya yang rich banget bikin feeling kenyang saya jadi ambigu, perut rasanya belum full tapi saya sudah nga bisa nambah lagi. ^^;;;

Cheese cake Uncle Tetsu bertahan 12 jam di suhu ruangan, tapi kalau disimpan di kulkas bisa tahan sampai 3 hari. Kalau dimakan dingin-dingin dari kulkas, rasanya jadi lebih manis dan rich, hampir kayak rare cheese cake. Teksturnya bisa kembali fluffy kalau dipanasin di microwave atau oven. Saya sendiri lebih suka panasin pakai oven atau panci penggorengan (kalau pakai kompor dan penggorengan, potong per slice dulu, lalu panasin sebentar di setiap sisinya). Meskipun jadinya hangatnya tidak terlalu merata, tapi kalau pakai oven atau penggorengan, sisi-sisi luarnya jadi agak gosong dan sedikit krenyes. :d

Jujur secara overall saya masih lebih suka FuwaFuwa. Tekstur yang cenderung lebih bolu sepertinya lebih cocok di lidah saya. Rasa cake FuwaFuwa juga lebih ringan dan lebih bisa saya makan terus menerus sampai habis. Tapi kalau sedang ingin fluffy cheese cake yang kejunya berasa banget dengan tekstur yan foamy, pasti saya melipirnya ke Uncle Tetsu.^^

 Uncle Tetsu Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato