Saturday, April 29, 2017

Hachi Hachi Bistro after renovation - Central Park


Dah lama saya tidak ke Hachi Hachi Bistro, selain karena lagi nga mood sushi, tempatnya juga lagi di renovasi di Central Park. Sekarang renovasinya sudah selesai, masih khas oriental Jepang, tapi penempatan kursinya lebih normal ala family restaurant.

Sayangnya waktu saya datang sepertinya pilihan isian sushi mereka sedang kurang lengkap. Beberapa yang standard seperti maguro tuna dan alpukat sedang habis. Jadinya saya pesan salmon, unagi, telur, dan salad ayam.


Kesalahan saya kali ini adalah memesan unagi. Antara kualitasnya sedang kurang bagus atau chef nya kurang jago dalam mengolah unagi. Berapa kali saya ketemu tulang sewaktu makan unagi. Kalau ketelen lumayan itu sakitnya. =_=;


Telur nya... yah, mungkin agak salah juga saya ngarep tamago gimana-gimana banget di sini. Salmon nya tapi lumayan, porsi potongan dan kualitasnya oke. Lalu salad nya cukup oke lah. Saus salad dan potongan ayam kecil-kecil goreng tepung nya enak.


Lain kali kayaknya saya ngga pesen unagi dulu deh di Hachi Hachi Bistro. Pesan yang ikan-ikan saja. xD;

Hachi Hachi Bistro Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato

Ippudo Black Shoyu Ramen

Belum lama saya mampir ke Ippudo bersama adik saya yang baru sempet nyobain Ippudo Ramen di Central Park. Ternyata mereka sedang ada varian yang baru yaitu Ippudo Black Shoyu. Saya juga kurang tahu apakah ini menu fix atau seasonal. Tapi karena hampir semua ramen sudah saya cobain saya pun memesan si black shoyu ini sementara adik saya pesan all-time favorite akamaru.


Kuah black shoyu ini mengingatkan saya dengan sapporo miso ramen yang keruh dengan banyak bawang. Rasanya lumayan kuat, terutama rasa kecap asinnya. Mie nya tipe yang agak hard dan lurus, tapi sedikit lebih tebal daripada mie untuk shiromaru atau akamaru. Disajikan dengan toge besar, daun bawang, potongan rebung, naruto, dan 3 potong daging babi.


Kalau dibanding dengan Sapporo Miso Ramen, Saya lebih suka mie pada black shoyu. Tapi untuk kuah saya masih lebih suka miso ramen. Kuah black shoyu menurut saya agak nanggung mau jadi kuah kuat atau rada ringan, sehingga belum masuk favorit saya dibanding semua ramen Ippudo lainnya. Pengecualian untuk karakka yang pasti nga masuk jadi favorit karena saya nga suka pedas. xD

Ippudo Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato

Soto Mie Wahid Hasyim


Soto Mie pindahan dari Pohon Besar di jalan K H Wahid Hasyim, daerah Kebon Kacang. Kalau dari Sarinah belok kiri ke arah Tanah Abang, dia ada di sisi kiri jalan. Inilah Soto Mie Betawi favorit ibu saya dan sudah termasuk salah satu tempat makan legendaris di Jakarta.

Dulu kami bersekolah di sekitar Sarinah dan kalau ibu saya lagi iseng ikut jemput pasti tujuannya karena pengen makan Soto di sini. Kemarin tiba-tiba ibu saya mau lihat karangan bunga untuk Ahok di Balai Kota, jadilah kami mampir ke Soto Mie ini untuk makan sore.

side dishes~
Sotonya berisi mie, bihun, kol, daging sapi, daun bawang, bawang goreng, dan emping. Bisa tambah beberapa side dish. Ayah dan Ibu saya misalnya doyan paru. Tapi saya dan adik nga suka jeroan jadi kita ambil risoles, perkedel, dan daging tipis ala empal sebagai side dish soto. Porsi soto nya memang tidak terlalu banyak jadinya baru pas di perut kalau tambah side dish.

the Soto Mie~
Kuah soto nya jernih khas soto Betawi, perpaduan antara kaldu dan mecin dengan rasa yang ringan gurih. Saya sendiri lebih doyan kalau ditambah kecap manis dan sedikit cuka biar lebih mantap. Dan saya selalu suka soto yang menggunakan emping. Sensasi krenyes-krenyes emping yang basah karena kuah soto dan manis kena kecap itu tiada duanya. :d


4 soto dengan 4 risoles, 1 perkedel, 2 paru, 1 daging empal tipis, 1 ekstra emping dan 4 teh hangat, total kira-kira Rp135.000,- jadi budget per orang sudah dengan macam-macam side dish sekitar Rp35.000,-

Fuwa Fuwa Cheese Tart

Fuwa Fuwa Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato
Persaingan para toko kue keju di Jakarta sepertinya semakin ketat dengan menjamurnya trend berbagai jenis kue keju yang masuk ke Jakarta. Dan khususnya di Central Park, ada Pablo, FuwaFuwa, Hokkaido Baby (yang ini masih ada ngga ya?), dan yang terbaru adalah Uncle Tetsu. Bahkan Breadlife pun ikutan jualan Cheese Tart.

Setelah Uncle Tetsu nongol dengan promonya yang bombastis, FuwaFuwa tidak mau kalah kasih promo Rp70rb untuk original cheese tart dan Rp84rb untuk choco dan matcha tart. Lalu entah apa mau coba bersaing dengan Pablo atau apa karena Uncle Tetsu juga punya varian cheese tart, Fuwa Fuwa ikut mengeluarkan cheese tart versi mereka.

Harganya nga terlalu mahal dibandingkan Pablo, Rp15rb kalau beli per piece dan Rp50rb kalau beli 4 pieces sekaligus. Dan yang bikin lucu adalah hiasan si maskot FuwaFuwa lagi mandi onsen di cheese tart nya. Bisa dibilang saya beli gara-gara kepincut sama si FuwaFuwa ngonsen ini. xD


How about the taste? Ada harga ada barang lah. Kualitas jelas jauh di bawah Pablo. Rasa sih lumayan, tapi teksturnya yang agak mengganggu karena membuat saya bertanya-tanya ini cheese tart sebenernya udah mateng atau belum. Karena isiannya agak encer. Entah apa emang begini standard tekstur cheesetart di Fuwa Fuwa atau kebetulan pas saya beli kebagian cheese tart yang dipanggangnya buru-buru.

Mungkin kapan-kapan saya bakal beli lagi cheese tart nya Fuwa Fuwa siapa tahu ada improvement. Tapi untuk selanjutnya saya mau cobain Uncle Tetsu dulu. :d

Monday, March 20, 2017

Nyobain Dharma Kitchen Vegetarian Cuisine - Central Park Jakarta

Ini bukan pertama kalinya saya nyobain masakan vegetarian, tapi ini pertama kalinya saya makan vege di mall. Dari dulu sebenarnya saya penasaran dengan Dharma Kitchen, tapi formatnya yang restoran keluarga bikin saya malas makan sendirian disana karena sepertinya bakal kurang puas. Terlalu sedikit nyobain rasanya kurang, tapi kalau pesan macam-macam nanti malah kebanyakan.

Sampai suatu ketika entah kenapa adik saya sedang mood makan sayur dan restoran mana lagi yang memang menyediakan sayur kalau bukan Chinese Food atau Vegetarian? Maka ketika kita lewat Dharma Kitchen saya pun langsung ngajakin adik saya makan di sana.

Waktu lihat menunya agak kaget karena variasinya banyak. Ada western food, Indonesian food, sampai Chinese food ala vegetarian. Bikin kami kepo pengen coba ini dan itu. Akhirnya kami memesan beberapa menu a la barat dan beberapa ala Chinese food. Meski tampilannya kayak ada daging, tapi semuanya bukan daging. Biasanya protein 'daging palsu' masakan vegetarian dibuat antara dari jamur, tahu, tempe, atau umbi-umbian.

Mushroom Cream Soup

Sebenarnya bukannya ngga enak. Jamurnya benar-benar mantap terasa. Hanya saja untuk menu yang namanya mushroom cream soup saya ngga berasa creamnya. Seandainya creamnya berasa, ini sup bakal enak banget. T_T

Chicken Parmigiana with cheese & apple

Bagian ayamnya agak sedikit porsinya tapi ternyata ini menu enak. Tekstur 'daging' nya oke meski secara rasa tentu bukan daging. Tapi kalau sekilas doang mungkin saya percaya saja ini ayam. Paduan apel yang agak asam dan kejunya ternyata juga asik banget. Untuk fries nya menu ini menggunakan talas. Saya nga begitu doyan talas, tapi digoreng ala french fries ternyata lumayan juga.

BBQ duck mantau bun

Favorit saya diantara semua menu yang saya pesan adalah BBQ mantau bun. Bikin saya teringat pada Ippudo Bun, tapi versi vegetarian. daging 'bebek' nya disubstitusi dengan jamur, sementara sausnya menggunakan saus manis ala pecking duck. Rp 75.000,- ++ dapat 5. Recommended banget untuk dipesan kalau lagi makan di Dharma Kitchen.

sauted enoki shimeji with seasonal vegetable & lo bak go

Tumis enoki shimeji dan sayurnya lumayan standard, cenderung hambar. Tapi karena saya doyan jamur ya saya nikmat-nikmat saja makannya. Sementara Lo Bak Go aka turnip cake sayangnya saya nga suka. Teksturnya terlalu lembek. Secara rasa sebenarnya lumayan tapi teksturnya bikin saya malas makan.


Meski rada hit & miss tapi overall kita cukup puas makan di Dharma Kitchen. Mungkin saya akan balik lagi beberapa kali karena masih banyak menu yang bikin kepo. ^^
Dharma Kitchen Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato

Sunday, March 19, 2017

Pablo Strawberry Cheese Tart & Desserts - Neo Soho Jakarta


Sebenarnya saya sudah pernah nyobain pablo yang original cheese dan coklat, dibeliin keluarga atau teman ada bagi-bagi. Saya bisa paham kenapa ini mahal karena kalau di mulut berasa bahan-bahannya oke punya. Tapi kalau harus ngantri 2-3 jam... tidak terima kasih. xD;

Akhirnya Pablo pun buka di Neo Soho Central Park dan karena antriannya masih manusiawi, langsung deh saya dan adik saya antri masuk untuk makan di tempat. Rame euy hari Minggu, tapi masih dapat tempat duduk lah~

Strawberry Marshmallow Cheese Tart

Strawberry cheese cake adalah varian baru di Pablo. Tapi kalau beli 1 kue besar kita nga sanggup habisinnya, jadi beli yang versi mini strawberry marshmallow cheese tart. Makan langsung di tempat sepertinya memang lebih enak daripada makan yang sudah dikulkasin dulu. Tampilannya lucu~ Selai strawberry nya berpadu asik dengan marshmallow dan krim keju di bawahnya. Crustnya enak dan solid, berasa mahalnya. Secara ukuran tapi lumayan kecil sih untuk harganya yang mahal.

Premium Cheese Cake
Kami penasaran yang premium cheese cake kayak apa karena harganya paling mahal. Tapi setelah dicicipi, kurang lebih seperti new york cheese cake yang padat dengan caramel gosong di atasnya. Enak sih, tapi tidak mindblowing dan rasanya masih banyak cheese cake sejenis di tempat lain yang lebih enak atau lebih murah. Cheese cake atau cheese tart original Pablo menurut saya malah lebih enak daripada yang premium.

Thousand Layers Cake
Thousand layer cake Pablo juga saya hanya bisa bilang lumayan. Masih lebih enak First Love Patisserie atau Champs. Dulu waktu jalan-jalan ke Jepang saya pernah makan thousand layer cake yang bisa dibilang paling enak yang pernah saya makan seumur hidup, dan itupun saya beli nya di cafe chain Dotour yang gampang ketemunya di Jepang. Makanya saya pikir standard di Pablo Indonesia mungkin masih bisa mirip-mirip nyamainnya. Tapi ternyata saya terlalu overestimate. ^^;

Overall sepertinya harapan saya untuk Pablo Indonesia udah ketinggian duluan. Tapi mungkin saya akan mampir lagi kalau sedang ngidem cheese tart atau pengen cobain es krim nya.
Pablo Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato

Chef Tony's Popcorn - Neo Soho Jakarta

Chef Tony's Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato

Setelah lumayan lama menunggu, tenant popcorn yang satu ini akhirnya buka juga di Neo Soho. Kantor saya pernah dikirimin 2 kardus (sekitar 20-30 tube besar) popcorn Chef's Tony. Ngabisinnya rada repot sih. Ada rasa yang aneh, tapi ada yang enak pake banget.

Yang saya suka dari popcorn Chef Tony's adalah rasa manisnya yang tidak sekencang Garret's serta kualitas popcornnya yang bulat-bulat. Tekstur dan manisnya lebih pas, bikin ketagihan ngga bisa berhenti ganyam kalau sudah masuk mulut.


Sewaktu kemarin mampir di Chef Tony's, saya tidak ketemu modelan tube besar yang dikirim ke kantor saya waktu itu. Entah bos saya atau siapapun pengirimnya dapat dari mana. Di outlet ini, popcorn dijual dalam tube kecil seharga Rp 30ribuan. Saya dan adik saya pun beli 2 varian untuk dibawa pulang. Dark Chocolate dan French Caramel. Dark Chocolatenya enak dan berasa banget. Sedangkan French Caramel seperti popcorn dengan paduan asin butter dan manis caramel. 2 rasa ini recommended sih buat saya.


Secara harga tapi lumayan bikin mikir-mikir sih. Mungkin akan saya beli lagi kalau lagi pengen bawain cemilan buat orang rumah atau kantor. Popcorn memang enaknya kalau dimakan bareng-bareng. Dan mungkin saya nunggu varian rasa coklat lainnya. Harusnya yang coklat tidak cuma satu, soalnya waktu dikirimin ada beberapa rasa coklat lain seperti Swiss Milk Chocolate atau White Chocolate.